Kamis, 7 Mei 2026 – 04:42 WIB
VIVA – Paris Saint-Germain (PSG) nunjukin mental juara mereka. Bertandang ke kandang Bayern Munich di Allianz Arena, Kamis dini hari tadi, Les Parisiens sukses amankan tiket ke final Liga Champions setelah main imbang 1-1 di leg kedua semifinal.
Hasi ini cukup buat PSG melaju dengan agregat tipis 6–5, setelah sebelumnya menang dramatis 5–4 di leg pertama di Paris. Tim asuhan Luis Enrique sekarang bersiap hadapia Arsenal di partai puncak yang bakal digelar di Budapest pada 30 Mei nanti.
PSG langsung tekan sejak awal laga. Baru berapa menit jalan, Ousmane Dembele sukses mecahin kebuntuan lewat penyelesaian first-time yang nggak bisa dibendung Manuel Neuer. Gol itu bermula dari aksi eksplosif Khvicha Kvaratskhelia di sisi kiri yang diakhiri umpan tarik matang.
Gol cepat itu bikin Bayern kaget. Tapi, daripada bangkit dengan efektif, tuan rumah malah lebih banyak buang peluang. Mereka juga sempat frustrasi sama beberapa keputusan wasit yang dianggap merugikan, termasuk dugaan handball yang diabaikan.
Di sisi lain, PSG tampil disiplin. Lini pertahanan mereka kerja solid untuk nahan tekanan dari Die Roten. Bahkan, beberapa kali Kvaratskhelia sama Desire Doue nyaris nambah gol Andaikata nggak digagalin aksi gemilang Neuer.
Masuk ke menit-menit akhir, Bayern akhirnya cetak gol lewat Harry Kane di injury time. Tapi, gol itu cuma jadi penghibur hati karena waktu udah nggak cukup buat balikin keadaan.
Kvaratskhelia sendiri catat rekor impresif. Dia jadi pemain pertama yang terlibat dalam gol selama tujuh laga berturut-turut di fase gugur Liga Champions dalam satu musim. Total kontribusinya sekarang setara catetan Kylian Mbappe dengan 16 keterlibatan gol.
Secara statistik, duel ini juga temuin dua tim paling produktif di Liga Champions musim ini. PSG dan Bayern sama-sama cetak lebih dari 40 gol selama kompetisi, yang nunjukin kualitas serangan kedua tim yang luar biasa.
Di final nanti, PSG bakal hadepin Arsenal yang lebih dulu pastiin tempat setelah nyingkirin Atletico Madrid dengan agregat 2-1. Pertemuan ini diprediksi bakal sengit, mengingat Arsenal sedang dalam performa konsisten sebagai pemuncak Premier League.
Partai final ini punya arti lebih dari sekadar rebutan gelar. Tim asuhan Luis Enrique berpeluang catet sejarah sebagai tim kedua yang bisa pertahankan trofi Liga Champions secara berturut-turut era modern, sama kayak capaian Real Madrid.