Properti Tetap Jadi Pilihan Aman Menghadapi Tahun 2026

Selasa, 27 Januari 2026 – 23:07 WIB

Jakarta, VIVA – Pengembang properti Daun Karya Property, yang fokus pada hunian strategis, terjangkau, dan modern di area penyangga Jakarta, berkomitmen untuk memberikan nilai tambah kepada masyarakat. Khususnya bagi kaum muda, dalam hal memahami perencanaan keuangan dan investasi jangka panjang.

Pendiri Daun Karya Property, Kharolina Lesli, percaya bahwa memiliki rumah bukan cuma soal tempat tinggal, tapi juga bagian dari perencanaan keuangan yang sehat.

"Kami ingin mendorong generasi muda, terutama Gen Z, untuk mulai mengambil keputusan finansial yang lebih aman dan terencana dari sekarang," ujarnya di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Dalam paparannya, konsultan investasi Reinhard Suryanaga menjelaskan, berdasarkan proyeksi lembaga seperti IMF dan Bank Dunia, pertumbuhan ekonomi global 2026-2027 diprediksi berada di level moderat. The Federal Reserve diperkirakan lanjutkan kebijakan turunkan suku bunga, dengan proyeksi US Rate di kisaran 3-3.25 persen.

Sementara itu, tekanan di pasar tenaga kerja Amerika Serikat mulai terlihat melemah, yang juga jadi faktor pendorong kebijakan moneter yang lebih longgar. Di tengah kondisi ini, risiko global seperti ketegangan geopolitik, gejolak harga energi, dan dinamika pasar obligasi masih perlu diwaspadai oleh investor.

Untuk Indonesia, Reinhard memproyeksikan kondisi ekonomi yang relatif stabil di tahun 2026. Inflasi nasional diperkirakan tetap dalam rentang target, dengan BI Rate di kisaran 4.25-4.5 persen. Kepercayaan konsumen mulai membaik, terutama untuk pembelian barang-barang besar, meski daya beli umum masih dalam proses pemulihan bertahap.

Beberapa instrumen investasi yang dinilai potensial di 2026 antara lain emas, saham, dan properti. Properti dinilai tetap relevan sebagai instrumen jangka menengah hingga panjang, seiring stabilitas suku bunga dan kebutuhan hunian yang terus naik.

MEMBACA  Mengapa MacBook seharga $599 Bisa Jadi Laptop Paling Menarik bagi Pengguna Windows 10 Tahun Ini

Menurutnya, edukasi tentang ekonomi dan investasi jadi semakin penting di tengah dinamika ekonomi global, agar masyarakat bisa lebih siap memilih instrumen investasi, termasuk properti.

"Tahun ini membuka peluang pertumbuhan yang lebih baik, seiring inflasi yang mulai terkendali dan potensi dimulainya siklus penurunan suku bunga. Tapi, investasi tetap perlu dilakukan dengan selektif, dengan investasi properti sebagai salah satu pilihan yang strategis," jelas Reinhard.

Tinggalkan komentar