Jakarta (ANTARA) – Program revitalisasi sekolah di Indonesia telah menciptakan lapangan kerja untuk 238.131 orang di seluruh negeri melalui skema perbaikan yang dikelola secara mandiri, demikian diumumkan pemerintah.
“Totalnya, sebanyak 238.131 pekerja telah terlibat dalam program ini, termasuk pekerja konstruksi, insinyur, pengawas proyek, dan staf pendukung lainnya,” kata Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu.
Dia mencatat bahwa data KSP menunjukkan setiap proyek perbaikan sekolah rata-rata mempekerjakan 22 pekerja lokal. Renovasi fisik ini dilakukan melalui skema mandiri yang melibatkan sekolah dan orang tua.
Menurut dia, model ini memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga yang sebelumnya menganggur.
Dia mencontohkan Saiful Anam, seorang pekerja konstruksi di Karawang, Jawa Barat, yang sudah menganggur selama tujuh bulan sebelum akhirnya bekerja di proyek revitalisasi SD Negeri Karawang Kulon 3.
Selain lapangan kerja konstruksi, Qodari menyebut program ini juga telah mendorong tumbuhnya kira-kira 58.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi sekolah. Usaha-usaha ini termasuk pemasok bahan bangunan lokal serta pedagang makanan dan minuman.
Lebih lanjut dia mengatakan, kehadiran para pekerja itu berpengaruh positif pada pendapatan pedagang kecil yang menyediakan makanan sehari-hari di sekitar lokasi konstruksi. Peningkatan aktivitas ekonomi ini juga berdampak pada sektor transportasi dan penyewaan peralatan di daerah-daerah tersebut.
“Ini bukti bahwa pelaksanaan program melalui skema mandiri tidak hanya memperbaiki fasilitas pendidikan, tapi juga menciptakan lapangan kerja dan memacu perekonomian lokal,” ujarnya.
Per 11 Maret 2026, program ini telah menyelesaikan konstruksi fisik di 16.062 sekolah, hampir mencapai target 16.167 unit untuk tahun anggaran 2025. Pemerintah memastikan unit yang tersisa dan masih dalam pengerjaan akan segera diselesaikan.
Program revitalisasi ini dilanjutkan di tahun 2026 dengan target sekitar 71.000 sekolah, yang diproyeksikan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan daerah.
Berita terkait: Menteri buka ruang kelas darurat, salurkan bantuan sekolah di Aceh
Berita terkait: Kementerian Indonesia kerja sama tingkatkan program olahraga sekolah
Berita terkait: Indonesia terbitkan aturan baru untuk tingkatkan keamanan dan kesehatan mental sekolah
Penerjemah: Aditya Ramadhan, Raka Adji
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026