Jakarta (ANTARA) – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijalankan Kementerian Kesehatan berhasil mencakup 25 persen penduduk Indonesia pada tahun pertamanya, mencapai 70 juta peserta melalui inisiatif skrining kesehatan nasional yang diluncurkan pada 2025.
“Program ini telah menjangkau 70 juta orang per Desember 2025. Alhamdulillah, jalannya cukup lancar,” ujar Deputi II Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Ghina Ghaliya saat memantau pelaksanaan CKG di Jakarta, Selasa.
Dia menegaskan bahwa program CKG adalah upaya pemerintah untuk melakukan pemantauan kesehatan secara masif dan berkala guna mencegah penyakit tidak menular.
Meski telah diakses lebih dari 70 juta warga, Ghaliya mengakui bahwa kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya cek kesehatan tetap menjadi masalah yang perlu evaluasi.
Untuk mengatasinya, dia menyatakan pemerintah akan menerapkan strategi jemput bola, sehingga warga tidak perlu datang ke puskesmas untuk mengakses layanan pemeriksaan kesehatan.
“Kami akan lakukan outreach dengan mendatangi tempat kerja, sekolah, kantor pemerintahan, bahkan mall. Menurut saya, program ini jangan sampai dilewatkan, masyarakat seharusnya cek kesehatan minimal setahun sekali,” ujarnya.
Bagi warga yang ditemukan memiliki masalah kesehatan saat skrining, Ghaliya menyebut puskesmas akan segera memberikan pengobatan atau rujukan.
Lebih lanjut, dia menekankan tidak ada persyaratan rumit bagi warga yang ingin ikut program cek kesehatan ini.
Pemerintah Indonesia memulai program CKG pada 10 Februari 2025, bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.
Dengan target menjangkau seluruh populasi Indonesia sekitar 280 juta jiwa, program skrining kesehatan ini merupakan salah satu program kesehatan terbesar di dunia, beroperasi dengan prinsip tidak meninggalkan siapa pun.
Berita terkait: Indonesia targets 130 juta orang pada 2026 dalam Cek Kesehatan Gratis
Berita terkait: Program skrining kesehatan fokus pada perawatan lanjutan di 2026: kementerian
Penerjemah: Redemptus Elyonai, Raka Adji
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026