loading…
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ngangkat ekonomi warga yang kerja di dapur MBG. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sekarang lagi dibenerin sama pemerintah jadi salah satu kebijakan yang paling rame dibicarakan semua orang. Di beberapa momen, MBG dituding sebagai program yang cuma buat pencitraan doang, dianggap gak ada manfaatnya, sampai tuduhan negatif lainnya.
Tapi gitu, ada kenyataan baru mulai keliatan dari lapangan. Lebih dari sekedar program biasa, masyarakat udah mulai liat cara kerja program MBG ini di tingkat akar rumput. Pendapat yang sama juga dikasih sama Tokoh Muda sekaligus Sekretaris Jenderal Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia, yang bernama Ahamad Alimudin.
“Sekarang mulai ada laporan riset lapangan yg neliti dampak awal MBG langsng dari ortu siswa selaku penerima manfaat. Laporan (RISED) yang ngelakuin studi di beberapa tempat seperti Cilacap, Semarang, Surakarta, ngelibatin sekitar 1800 ortu siswa penerima MBG. Dari hasil itu ada temuan yang menarik. Ada beberapa keluarga yang ngerasa pengeluaran sehari-hari mereka lebih enteng. Ortu jadi gak sesering dulu nyiapin bekal dan uang jajan anak mulai diisi sesuatuin. Dalam data ini, kelihatan nih kalo program MBG beneran diperlukan. Khususnya buat keluarga dengan ekonomi rendah,” kata dia ngutip riset dari RISED waktu ini.
Baca Juga: Tri Yulia Rizki Ananda Sabet Women’s Inspiration Award 2026,