Program Makanan Gratis Indonesia Capai 60 Juta Penerima Manfaat

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengumumkan bahwa program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sudah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat. Hal ini seiring dengan terus bertambahnya jumlah dapur yang menyediakan makanan untuk program tersebut.

Setelah rapat koordinasi di Jakarta pada Kamis, dia menyebutkan hingga 29 Januari, sebanyak 22.091 dapur MBG yang secara resmi dinamai Unit Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di seluruh Indonesia.

Dia menjelaskan, pelaksanaan program MBG melibatkan dukungan rantai pasok dan kemitraan, termasuk tenaga kerja langsung di SPPG, pemasok, dan mitra.

Menurut dia, jumlah pekerja langsung yang tercatat di SPPG mencapai 924.424 orang. Sementara jumlah pekerja di pemasok dan mitra yang terlibat dalam program masing-masing sebanyak 68.551 dan 21.413 orang.

Hasan menambahkan, proses rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja untuk program ini juga sedang berjalan, dengan 32.000 posisi yang sedang diproses.

Dalam rapat tersebut, kementerian-kementerian juga sepakat perlu merevisi keputusan menteri bersama mengenai daftar lokasi pembangunan SPPG yang dananya dari pemerintah pusat. Revisi ini agar sesuai dengan kesiapan pelaksanaan di lapangan.

Menteri mencatat, penugasan yang dananya dari Kementerian Keuangan disesuaikan dari 542 menjadi 315 lokasi. Sedangkan yang di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dikurangi dari 264 menjadi 222 lokasi.

"Ini memerlukan kolaborasi dengan pemerintah daerah. Ada persoalan mengenai pembayaran, lahan, dan faktor lainnya, sehingga perlu pengaturan yang tepat," ujarnya.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bahwa pendataan penerima manfaat sedang dilakukan bekerja sama dengan pemda. Pendataan ini termasuk untuk warga yang belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan anak yang tidak bersekolah.

MEMBACA  Judul: Modi India Berjanjikan $565 Juta untuk Maldives guna Tingkatkan Infrastruktur

Program MBG diluncurkan pemerintah Indonesia pada 6 Januari 2025 sebagai salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan memperbaiki status gizi balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak sekolah hingga tingkat SMA.

Dengan target 82,9 juta penerima manfaat, program ini menjadi salah satu program terbesar yang dijalankan di Indonesia.

Berita terkait:

  • KPAI minta pendekatan ramah anak dalam program makanan gratis
  • Pemerintah lihat koperasi desa sebagai tulang punggung program makanan gratis
  • BGN pastikan tidak ada paksaan pada sekolah dan siswa dalam program makanan gratis

    Penerjemah: Aria Ananda, Raka Adji
    Editor: Azis Kurmala
    Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar