Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia melaporkan hingga tanggal 10 November 2025, sebanyak 18.614 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) telah berpartisipasi sebagai pemasok dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Menteri Koperasi dan UKM Maman Abdurrahman mengatakan pada Selasa bahwa program ini diproyeksikan bisa menyerap hingga 2,25 juta pekerja.
“Sekitar 2,25 juta pekerja dapat terserap, dengan potensi keterlibatan 450.000 pemasok UMKM di 30.000 dapur MBG, dimana setiap UMKM biasanya mempekerjakan satu hingga lima orang,” ujarnya dalam rapat dengan Komisi VII DPR RI.
Abdurrahman menyebutkan realisasi kemitraan rantai pasok sepanjang 2025 mencapai Rp283,7 miliar, dengan melibatkan 3.060 UMKM.
Ia menambahkan bahwa kemitraan tersebut terjalin dengan perusahaan besar, BUMN, dan melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UKM (PLUT-KUMKM).
Abdurrahman mengatakan 14.084 pelaku usaha telah terhubung ke ekosistem Entrepreneur Hub, sementara 7.980 pelaku usaha terlibat langsung dalam program MBG.
Entrepreneur Hub merupakan inisiatif pemerintah yang menyediakan pendampingan dan kolaborasi dengan menghubungkan pelaku usaha ke akses pembiayaan, pelatihan, mentor bisnis, dan peluang pasar.
Ia menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk mengalokasikan 30 persen ruang komersial infrastruktur publik bagi UMKM, termasuk di area istirahat, bandara, terminal, pelabuhan, dan stasiun kereta.
Saat ini, 406 unit infrastruktur publik memiliki total area komersial 1,09 juta meter persegi, dengan 471.623 meter persegi dialokasikan untuk UMKM.
Mengutip data kementerian, Abdurrahman menyebutkan hingga kuartal ketiga 2025, sebanyak 7.715 UMKM telah memanfaatkan fasilitas ini, dengan okupansi mencapai 285.776 meter persegi, atau 60,59 persen.
Berita terkait: Program makanan gratis Indonesia didorong terapkan model zero-waste
Berita terkait: Indonesia cari dukungan bisnis untuk program makanan gratis
Penerjemah: Shofi Ayudiana
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026