Program Makan Gratis Diyakini Penggerak Rantai Ekonomi Nasional: Bappenas

Jakarta (ANTARA) – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy menilai program Makanan Bergizi Gratis (MBG) memainkan peran strategis dalam rantai ekonomi nasional yang lebih luas.

“Program MBG berfungsi sebagai model *big push* yang strategis karena menjadi faktor pendorong dan penarik dalam rantai ekonomi nasional, dari produsen hingga penerima manfaat,” ujarnya dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Selasa.

Pambudy mengutip teori *big push* dari Paul N. Rosenstein-Rodan, yang menekankan pentingnya stimulus besar untuk menciptakan perubahan struktural. Dalam konteks Indonesia, program MBG dianggap sebagai stimulus tersebut.

“Jika variabel anggaran untuk Unit Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pengeluaran dapur, dan keterkaitan antara belanja dan penerima manfaat bisa dicatat oleh BPS, Indonesia akan punya data kuat untuk menunjukkan terjadinya perubahan sosial yang sangat signifikan,” katanya.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 juga menekankan urgensi integrasi data untuk mendukung pemantauan dan evaluasi komprehensif pelaksanaan program MBG.

BGN diharapkan dapat mengembangkan sistem informasi digital yang mampu merekam semua transaksi, mendokumentasikan output program, serta mengukur dampak yang dihasilkan.

Sementara itu, BPS berperan dalam mengumpulkan dan memverifikasi data di tingkat masyarakat untuk memastikan keakuratan dan integrasi data nasional.

Ke depannya, perlu ada kesepakatan kerangka analisis lanjutan berdasarkan *theory of change* (ToC) agar program MBG dapat diukur secara komprehensif, dari aspek masukan, proses, hingga keluaran dan hasil.

“Program Makanan Bergizi Gratis adalah bagian dari perjalanan menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

Berita terkait: BGN peringatkan bahan pangan dan peralatan dapur berkualitas rendah

Berita terkait: Survei tunjukkan dukungan publik kuat untuk program makanan gratis Prabowo

Berita terkait: Program makanan gratis ringankan beban pengeluaran rumah tangga, kata BGN

MEMBACA  Satu Persen Penduduk Kuasai Hampir Setengah Kekayaan Nasional

Penerjemah: Alatas, Kenzu
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar