Presiden Serukan Pelaksanaan Program Makanan Gratis yang Lebih Tertib

Bogor, Jawa Barat (ANTARA) – Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyerukan kepada semua pihak terkait untuk meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur dalam pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini disampaikan oleh presiden selama acara cabinet retreat di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Dia menyatakan bahwa berdasarkan catatan Badan Gizi Nasional (BGN), masih ada kurang lebih 15 insiden yang dilaporkan selama pelaksanaan program MBG pada Desember 2025.

Oleh karena itu, katanya, Presiden Prabowo ingin memastikan kejadian seperti itu dapat dicegah secara maksimal kedepannya.

Mengenai anggaran, dia menegaskan bahwa program ini tidak menghadapi masalah keuangan, karena sekitar Rp335 triliun telah dialokasikan dalam Anggaran Negara 2026 untuk inisiatif ini.

Hadi lebih lanjut mengatakan bahwa, secara keseluruhan, program ini belum menemui kendala besar baik dari sisi pelaksanaan teknis maupun kondisi anggaran.

“Dari segi pelaksanaan teknis dan pendanaan, tidak ada masalah,” tegasnya.

Presiden Prabowo telah menegaskan kembali komitmen pemerintah Indonesia untuk menerapkan standar “zero defect” dan memastikan pemerataan manfaat untuk program MBG mulai tahun 2026.

Dalam pengarahan hari Selasa, presiden menekankan bahwa MBG adalah langkah strategis untuk intervensi masalah gizi yang mendesak.

Meski mengklaim tingkat keberhasilan statistik sebesar 99,99 persen, dia mengakui bahwa masih ada kekurangan atau ketidaksesuaian di lapangan.

Prabowo menyatakan bahwa pengawasan dan langkah keamanan akan terus diperketat untuk memastikan distribusi yang sempurna.

Program makanan gratis diluncurkan pada 6 Januari 2025, sebagai salah satu program unggulan Presiden Prabowo, yang bertujuan untuk memperbaiki status gizi anak di bawah lima tahun, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak sekolah hingga tingkat SMA.

MEMBACA  Garuda Indonesia Optimistis Raih Laba pada 2026, Didukung Peningkatan Operasional

Dengan target menjangkau 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia, program ini merupakan salah satu program terbesar yang dijalankan di negara ini.

Setelah satu tahun pelaksanaan, jumlah penerima manfaat telah mencapai 55 juta orang.

Berita terkait: BGN memberdayakan lebih dari 46.000 UMKM lewat program makanan gratis

Berita terkait: Pemerintah RI akan tambah pendamping untuk makan gratis lansia, disabilitas

Berita terkait: Polri dirikan 1.147 dapur untuk program makanan gratis

Penerjemah: Fathur Rochman, Raka Adji
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026