Rabu, 21 Januari 2026 – 23:30 WIB
Strasbourg, VIVA – Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menekankan bahwa segala bentuk ancaman terhadap kedaulatan dan integritas wilayah negara anggota Uni Eropa sama sekali tidak bisa diterima.
Baca Juga:
Sebut Greenland Bukan Bagian Alami Denmark, Rusia ‘Menari’ di Atas Konflik Eropa Vs AS?
"Kami ingin berkomunikasi dengan mitra AS, tapi kami harus bersikap tegas," kata Costa dalam sidang Parlemen Eropa di Strasbourg, menanggapi ketegangan terbaru antara Amerika Serikat dan Denmark soal Greenland.
Costa menegaskan kembali bahwa ancaman terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah anggota Uni Eropa benar-benar tak dapat ditolerir.
Baca Juga:
Lawan Trump! Macron Desak Uni Eropa Aktifkan ‘Bazoka Perdagangan’ Respons Tarif AS
Sementara itu, persatuan NATO sedang dipertanyakan. Di tengah kewajiban melindungi kepentingan anggotanya, Uni Eropa tetap harus berhati-hati dalam menghadapi situasi diplomatik yang rumit dengan sekutu utamanya, tambah Costa.
Greenland adalah bagian dari Kerajaan Denmark. Namun, Presiden AS Donald Trump berulang kali menyatakan keinginannya agar Greenland bergabung dengan AS, dengan alasan kepentingan strategis pulau tersebut untuk keamanan nasional.
Baca Juga:
Rupiah Melemah Menuju Rp 17.000 meski IMF Revisi Ekonomi RI 2026-2027 di 5,1 Persen
Menanggapi pernyataan Trump, otoritas Denmark dan Greenland telah memperingatkan Washington untuk tidak mencoba mengambil alih pulau itu, dan menegaskan bahwa integritas wilayah mereka harus dihormati. (ant)
Negara Uni Eropa Tolak Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bikinan Trump
Sebagian besar negara-negara anggota Uni Eropa (EU) menolak undangan Amerika Serikat (AS) untuk bergabung di dalam Dewan Perdamaian Gaza.
VIVA.co.id | 21 Januari 2026