Jakarta (ANTARA) – Menteri Pertahanan mengatakan bahwa militer Indonesia memiliki perwira senior yang berkualitas untuk menjabat sebagai wakil komandan Pasukan Stabilisasi Internasional yang diusulkan. Hal ini menekankan potensi peran Indonesia dalam upaya perdamaian global.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki perwira senior yang sangat mampuh. Prestasi mereka bisa ditunjukkan di panggung internasional melalui penunjukan seperti ini.
"Potensi para perwira kita sudah tercapai, dan prestasi itu akan ditunjukkan secara internasional," kata Sjafrie kepada wartawan di Kementerian Pertahanan di Jakarta Pusat, Kamis.
Dia mengatakan partisipasi dalam pasukan tersebut akan memberi TNI kesempatan lebih luas untuk berkontribusi pada upaya perdamaian global, terutama di tengah konflik yang sedang berlangsung di Gaza.
Namun, Sjafrie menyebutkan masih belum jelas perwira TNI mana yang akhirnya akan ditunjuk untuk posisi wakil komandan dalam Pasukan Stabilisasi Internasional itu.
"Siapa itu? Belum. Itu tanggung jawab Panglima TNI," ujarnya.
Analis keamanan Khairul Fahmi mengatakan penunjukan perwira militer Indonesia sebagai wakil komandan Pasukan Stabilisasi Internasional dapat membantu menjamin keamanan bagi warga sipil di Gaza.
Fahmi, salah satu pendiri Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), mengatakan kehadiran seorang jenderal senior Indonesia dalam struktur kepemimpinan bisa menjadi jaminan bagi warga Palestina.
"Bagi Palestina, kehadiran jenderal TNI di puncak kepemimpinan ISF akan menjadi suatu bentuk jaminan," kata Fahmi kepada ANTARA saat dihubungi di Jakarta baru-baru ini.
Menurut Fahmi, menempatkan perwira senior Indonesia dalam peran kepemimpinan strategis dapat membantu memastikan bahwa misi apa pun yang dilaksanakan selaras dengan tujuan utama membangun perdamaian di Gaza.
Dia menambahkan bahwa posisi seperti itu akan memungkinkan Indonesia membantu memastikan bahwa operasi stabilisasi tidak melukai warga sipil atau merusak hak-hak penduduk Gaza.
"Indonesia bisa membantu mencegah tindakan yang merugikan warga sipil dan memastikan bahwa setiap transisi otoritas diserahkan kepada pemerintah teknokrat sipil yang independen di Gaza," jelas Fahmi.
Peran itu juga akan menunjukkan pengaruh Indonesia yang semakin besar dalam inisiatif keamanan dan perdamaian internasional, tambahnya.
Memegang posisi wakil komandan berarti Indonesia tidak hanya berpartisipasi sebagai pasukan di lapangan, tetapi juga berkontribusi pada pengambilan keputusan strategis dalam misi stabilisasi.
"Itu akan menempatkan Indonesia di tingkat kepemimpinan strategis yang membentuk dan mengarahkan operasi ISF," pungkas Fahmi.
Berita terkait: Indonesia to send Gaza peacekeepers in phases, foreign ministry says
Penerjemah: Walda M, Rahmad Nasution
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026