Jakarta (ANTARA) – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menegaskan kelanjutan misi perdamaiannya di Lebanon, meskipun satu prajuritnya gugur akibat tembakan artileri.
“Kami tetap berkomitmen menjalankan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian dunia di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara profesional dan bertanggung jawab, dengan mengutamakan keselamatan prajurit,” kata Kepala Pusat Penerangan Markas Besar TNI, Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasrullah, pada Senin.
Dia menjelaskan bahwa penugasan ini mencerminkan peran TNI dalam menjalankan amanat negara untuk turut membina perdamaian dunia, seperti tertulis dalam Pembukaan UUD 1945.
Namun, dia menekankan bahwa TNI tidak akan mengabaikan tanggung jawabnya untuk memastikan keamanan prajuritnya di Lebanon.
Nasrullah menyatakan TNI telah mengingatkan prajurit untuk meningkatkan kewaspadaan operasional saat bertugas, sesuai standar yang ditetapkan PBB.
Sambil menjalankan tugas, TNI akan terus memantau perkembangan di Lebanon untuk menentukan langkah selanjutnya, tambahnya.
“TNI juga terus memantau perkembangan di lapangan dan menyiapkan langkah-langkah kontijensi sesuai dinamika di area penugasan di Lebanon,” ujarnya.
Sebelumnya, satu prajurit TNI dinyatakan meninggal dan tiga lainnya terluka setelah terkena artileri selama misi perdamaian di Lebanon pada Minggu (29 Maret).
Nasrullah menerangkan bahwa serangan ini berawal dari konflik yang memanas di Lebanon, terutama di Lebanon Selatan.
Eskalasi konflik mamicu beberapa serangan, salah satunya menargetkan kontingen militer Indonesia yang ditempatkan di kota Adshit al-Qusyar di Lebanon Selatan pada hari Minggu.
Prajurit yang gugur adalah Praka Farizal Rhomadhon. Sementara tiga prajurit yang terluka adalah Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan.
“Prajurit yang wafat saat ini disemayamkan di Markas Sektor Timur (HQ) dan persiapan administrasi untuk repatriasi ke Indonesia dibantu oleh KBRI Beirut sedang diselesaikan,” kata Nasrullah.
“Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, sedangkan Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan dan sedang mendapatkan perawatan medis,” lanjutnya.
Nasrullah belum mengungkapkan dalang atau motif serangan, mencatat bahwa kejadian ini terjadi di tengah baku tembak dan UNIFIL masih menyelidiki pihak yang bertanggung jawab langsung.
Berita terkait: Indonesia desak penyelidikan usai pasukan perdamaian PBB tewas di Lebanon
Berita terkait: KRI Diponegoro-365: Tampilkan kekuatan maritim RI dalam misi Lebanon
Penerjemah: Walda Marison, Resinta Sulistiyandari
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026