Prabowo Tunda Mundur dari Dewan Perdamaian, Ingin Berikhtiar Terlebih Dahulu

Jumat, 6 Maret 2026 – 12:44 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden RI Prabowo dikatakan tidak mau terburu-buru untuk memutuskan Indonesia keluar dari keanggotaan Board of Peace (BoP) di tengah konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

Hal tersebut diungkapkan Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, menanggapi banyaknya desakan agar Indonesia mundur dari Board of Peace. Dia menyebut, Prabowo tidak anti terhadap kritik atas desakan itu.

Namun, Prabowo ingin berusaha lebih dulu untuk menciptakan perdamaian melalui Board of Peace.

"Tetapi posisi di Indonesia, posisi Pak Presiden, bangsa Indonesia sudah menerima BoP ini sebagai sarana, sebagai ikhtiar menuju perdamaian. Setidaknya ikhtiar ini dicoba dulu," kata Nusron kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Jumat, 6 Maret 2026.

"Jangan sampai ikhtiar dan usahanya belum dilakukan, sudah diminta untuk keluar terlebih dahulu," sambungnya.

Nusron membeberkan, Prabowo sempat bertanya-tanya, bagaimana Indonesia bisa memberikan kontribusi dalam menciptakan perdamaian jika tidak ada forum spesifik yang diikuti.

"Kemudian Pak Presiden juga mempertanyakan, terus kalau seandainya ada yang menawarkan kita, mendesak keluar dari BoP, terus tawarannya kita meja berunding dalam rangka menciptakan perdamaian itu di medan apa? Di forum apa? Karena forum untuk melakukan perundingan perdamaian di Palestina dan Gaza, itu satu-satunya hari ini adalah di BoP," ucap dia.

Oleh karena itu, Nusron menyebut Prabowo akan mencermati keadaan lebih dulu sebelum memutuskan Indonesia keluar dari Board of Peace.

Artikel Rekomendasi:

MEMBACA  Peringkat FIFA Timnas Indonesia Melonjak, Erick Thohir: Pencapaian Terbaik dalam 19 Tahun

Tinggalkan komentar