Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pada investor global terkemuka bahwa Indonesia bukan lagi “raksasa tidur,” dan menegaskan negara ini siap mempercepat pertumbuhan serta memperdalam kemitraan dalam upaya menarik lebih banyak modal asing.
Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut saat membuka pertemuan dengan para eksekutif dari 12 perusahaan investasi terbesar dunia di Washington pada Jumat, sebagai bagian dari kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat.
“Selama bertahun-tahun Indonesia dikenal sebagai raksasa yang tertidur. Kami tidak tidur lagi. Sekarang adalah waktunya untuk bangkit bersama dan membangun ekonomi kita,” kata Menteri Investasi Rosan Roeslani, mengutip pernyataan presiden usai sesi tersebut.
Rosan, yang juga merupakan Direktur Utama Danantara, menyebutkan investor memuji arah kebijakan Prabowo, dengan mengatakan langkah-langkah terkini telah meningkatkan posisi Indonesia dalam portofolio investasi global.
“Mereka mengatakan kebijakan presiden telah membuat Indonesia tampak lebih besar dan lebih signifikan,” kata Rosan kepada wartawan.
Kepala Investasi Danantara, Pandu Sjahrir, menyatakan investor menyambut baik komitmen Prabowo untuk memperkuat sistem hukum dan kepastian regulasi, yang mereka pandang sebagai fondasi untuk alokasi modal jangka panjang.
Mereka juga memberikan apresiasi atas pembentukan Danantara, lembaga investasi pemerintah Indonesia, yang mereka lihat sebagai mitra strategis potensial serupa dengan dana kekayaan negara (sovereign wealth fund) yang selama ini mereka ajak kerja sama di seluruh dunia.
“Banyak dari mereka yang ingin mulai berinvestasi melalui kemitraan, dengan menggunakan Danantara sebagai mitra lokal yang potensial,” ujar Pandu.
Kedua belas perusahaan yang hadir dalam pertemuan tersebut secara kolektif mengelola aset sekitar US$16 triliun, yang menggarisbawahi besarnya skala modal yang ingin dijangkau Indonesia.
Prabowo memaparkan prioritas ekonomi pemerintahannya, termasuk memperbaiki iklim investasi, menjaga stabilitas makroekonomi, dan memastikan kepastian hukum untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Presiden juga mengadakan diskusi empat mata dengan masing-masing eksekutif untuk mengeksplorasi potensi kerja sama secara lebih rinci, menurut para pejabat.
Mendampingi Prabowo adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Duta Besar Indonesia untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo, dan Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia Anindya Bakrie.
Indonesia telah aktif mendekati investor institusional global untuk mendiversifikasi sumber pendanaan dan mengurangi ketergantungan pada pembiayaan domestik, seiring dengan upaya ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini dalam mendorong hilirisasi industri dan ekspansi infrastruktur.
Berita terkait: Prabowo bertemu 12 dana global pengelola US$16 triliun di Washington
Penerjemah: Fathur R, Rahmad Nasution
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026