Jakarta (ANTARA) – Presiden Indonesia Prabowo Subianto memaparkan inisiatif prioritas pemerintahannya di forum Kamar Dagang Amerika Serikat di Washington, D.C. Beliau menyoroti program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan langkah-langkah pemberantasan korupsi yang berkelanjutan.
Berbicara di hadapan para pemimpin bisnis AS pada Rabu (18 Feb) waktu setempat, Presiden menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, pemerintah Indonesia berkomitmen memberikan manfaat publik yang nyata sekaligus menciptakan iklim investasi yang stabil dan terpercaya.
“Program MBG ini berawal dari kajian saya atas pengalaman Amerika dan Eropa. Saya memandangnya sebagai bagian dari demokratisasi, untuk memastikan layanan pendidikan dan kesehatan dapat diakses langsung oleh rakyat,” kata Prabowo.
Prabowo lebih lanjut menekankan bahwa program MBG tidak hanya untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak di seluruh Indonesia, namun juga bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dia menyebutkan pemerintah telah mendirikan sekitar 23.000 dapur MBG di seluruh tanah air. Setiap dapur mempekerjakan sekitar 50 pekerja, yang memberikan kesempatan terutama bagi para ibu untuk memperoleh pendapatan bagi keluarga.
Program yang menjangkau lebih dari 60 juta orang pada tahun pertama ini juga telah menguntungkan sektor pertanian dan peternakan. Dapur-dapur tersebut menyerap telur, daging, sayuran, dan hasil produk lain dari petani dan peternak lokal.
Di luar program yang berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia, Prabowo menyoroti Danantara sebagai dana kekayaan negara dan lembaga pengelola investasi Indonesia yang dibentuk untuk memperkuat industri nasional di bawah agenda hilirisasi.
“Kami telah mengkonsolidasikan semua aset negara ke dalam lembaga investasi ini untuk mendukung hilirisasi industri,” ujarnya.
Meski pemerintah berupaya maksimal mendorong pembangunan yang merata di seluruh wilayah, dia mengakui Indonesia masih menghadapi tantangan yang terus-menerus, seperti masalah tata kelola, korupsi, lembaga yang kurang kuat, penyelundupan, penambangan dan penangkapan ikan ilegal, serta perambahan hutan.
“Ini adalah masalah-masalah lama yang saya bertekad untuk hadapi secara langsung,” tegasnya.
Berita terkait: BGN persempit cakupan makan gratis di Bali saat libur Tahun Baru Imlek
Berita terkait: Menteri sebut program makan gratis sebagai investasi modal manusia
Berita terkait: Menyelaraskan Danantara untuk meraih kepercayaan dan kredibilitas pasar global
Penerjemah: Maria/Hafidz, Tegar Nurfitra
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026