Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, telah memerintahkan para asisten pemerintah dan militer untuk mengkoordinasikan pengiriman cepat barang-barang penting yang sangat dibutuhkan oleh warga yang terdampak banjir di tiga provinsi di Pulau Sumatra.
“Kami mengirimkan peralatan komunikasi, perahu karet, dan generator listrik—barang-barang yang sangat diperlukan untuk memastikan langkah-langkah darurat yang efisien,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno.
Berkata di Jakarta Timur pada hari Jumat, dia menekankan komitmen pemerintah untuk mempercepat tindakan darurat di tengah banjir yang meluas, serta meyakinkan publik bahwa penyaluran bantuan sudah berjalan.
Hari ini, pemerintah memberangkatkan empat pesawat angkut yang terdiri dari tiga Hercules dan satu pesawat A400 untuk mengantarkan bantuan tersebut ke bandara dan lapangan yang terletak dekat area terdampak bencana, termasuk ke Tapanuli Utara, Sumatra Utara, dan Banda Aceh, Aceh.
Pratikno menyoroti bahwa pemerintah pusat dan daerah telah berkolaborasi dengan militer dan polisi untuk menangani dampak banjir, yang diperparah oleh tanah longsor, termasuk melalui operasi modifikasi cuaca untuk memfasilitasi evakuasi dan penyaluran bantuan.
Dia mencatat bahwa Siklon Tropis Senyar, sampai batas tertentu, telah mempengaruhi penanganan bencana, meskipun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa siklon tersebut sedang melemah.
“Kami memanfaatkan perkembangan ini untuk melakukan modifikasi cuaca, bertujuan untuk mengalihkan curah hujan dari darat ke laut,” kata menteri tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa pemerintah telah berupaya menangani bencana dan mengirimkan logistik selama beberapa hari.
“Pengiriman bantuan telah berlangsung sejak beberapa hari lalu, melibatkan pesawat militer dan sipil,” katanya, seraya mencatat bahwa jenis barang yang didistribusikan telah disesuaikan dengan kebutuhan sebenarnya dari korban.
Dia memberikan contoh berupa pengiriman yang sedang berlangsung untuk 150 tenda, 64 perahu karet, generator listrik, dan peralatan komunikasi.
“Bahkan, kami telah mengirimkan kiriman makanan siap saji dan obat-obatan, bersama tim medis dari militer dan Kementerian Kesehatan,” tambah Wijaya.
Dia lebih lanjut menyatakan bahwa pemerintah pusat telah berhubungan dengan para pemimpin lokal di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat untuk mendapatkan pemahaman yang jelas tentang kebutuhan paling mendesak mereka.