Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto dan empat pemimpin ASEAN membahas strategi untuk menghadapi kebijakan tarif timbal balik yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Sabtu, tim media Prabowo mengatakan bahwa para pemimpin membahas masalah tersebut melalui telepon.
“Presiden Prabowo melakukan telekonferensi dan bertukar pandangan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Raja Brunei Darussalam, Sultan Hassanal Bolkiah, Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong,” menurut siaran resmi dari tim media.
Pada kesempatan terpisah, PM Ibrahim membagikan detail tentang diskusi tersebut di akun media sosial pribadinya.
Ia membagikan pandangan Presiden Prabowo, Presiden Marcos, dan PM Wong mengenai kebijakan tarif Trump dan kebutuhan untuk mengkoordinasikan respons bersama.
“Hari ini, saya melakukan percakapan telepon dengan pemimpin beberapa negara ASEAN, termasuk Indonesia, Filipina, Brunei Darussalam, dan Singapura untuk bertukar pandangan dan mengkoordinasikan respons bersama terhadap isu tarif timbal balik yang diberlakukan oleh Amerika Serikat,” tulisnya di akun media sosialnya.
Ibrahim menginformasikan bahwa para menteri ekonomi ASEAN akan bertemu minggu depan untuk membahas respons bersama terhadap kebijakan tarif tersebut.
“Pertemuan para menteri ekonomi ASEAN minggu depan akan melanjutkan pembahasan mengenai masalah ini dan mencari solusi terbaik bagi semua negara anggota,” tambahnya.
Pada 2 April 2025, Trump mengumumkan kebijakan tarif timbal balik terhadap beberapa negara, termasuk Indonesia, yang mulai berlaku tiga hari setelah pengumuman tersebut.
Kebijakan tersebut akan diterapkan secara bertahap, dimulai dari penerapan tarif umum sebesar 10 persen untuk semua negara mulai 5 April. Ini akan diikuti oleh tarif khusus untuk beberapa negara, termasuk Indonesia, mulai 9 April.
Dengan kebijakan baru ini, Indonesia akan dikenakan tarif timbal balik sebesar 32 persen, Filipina 17 persen, Singapura 10 persen, Malaysia 24 persen, Kamboja 49 persen, Thailand 36 persen, dan Vietnam 46 persen.
Berita terkait: Manfaatkan pariwisata sebagai pertahanan ekonomi terhadap tarif AS: Menteri
Berita terkait: PCO jelaskan langkah-langkah Presiden dalam menghadapi kerusuhan, tarif AS
Penerjemah: Genta Tenri M, Resinta Sulistiyandari
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2025