Prabowo: Indonesia Tumbuh di Atas 5 Persen di Tengah Ketidakpastian Global

Jakarta (ANTARA) – Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengatakan pada Kamis bahwa Indonesia terus tumbuh dengan stabil meskipun ada ketidakpastian ekonomi global, dengan mencatat pertumbuhan ekonomi lebih dari 5 persen.

Berbicara di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Prabowo menyinggung pujian terbaru dari Dana Moneter Internasional (IMF), yang menyebut Indonesia sebagai “titik terang global” di tengah kondisi keuangan yang ketat, ketegangan perdagangan, dan ketidakpastian politik di seluruh dunia.

“Sementara dunia menghadapi kondisi keuangan yang ketat, ketegangan perdagangan, dan ketidakpastian politik, Indonesia terus bertumbuh,” kata Prabowo dalam keterangan yang dipantau di Jakarta.

Prabowo menjelaskan bahwa ekonomi Indonesia telah tumbuh lebih dari 5 persen per tahun dan diprediksi akan mencapai pertumbuhan lebih tinggi tahun ini. Inflasi tetap rendah di sekitar 2 persen, sementara defisit pemerintah dijaga di bawah 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Kepala negara mengatakan lembaga-lembaga internasional telah mengakui ketahanan ekonomi Indonesia berdasarkan data, bukan optimisme semata, seraya menambahkan bahwa kebijakan pemerintah telah dan akan tetap terkalibrasi dengan baik.

“Lembaga internasional tidak memuji kita karena optimisme tanpa dasar. Mereka melakukannya karena bukti. Mereka mengakui bahwa ekonomi Indonesia tangguh. Kebijakan kita telah dan akan selalu terkalibrasi dengan baik,” tegasnya.

Prabowo juga menyoroti stabilitas politik sebagai faktor kunci yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dia mengatakan kedamaian dan stabilitas di Indonesia selama bertahun-tahun tidak terjadi secara kebetulan atau keberuntungan, tetapi karena bangsa ini secara konsisten memilih persatuan.

“Itu terjadi karena kita, Indonesia, telah memilih dan akan selalu terus memilih persatuan di atas perpecahan, persahabatan dan kolaborasi di atas konfrontasi, dan kerja sama di atas permusuhan,” ujarnya.

MEMBACA  Kekalahan Hukum Trump atas Tarif Bisa Berujung Pengembalian Dana 150 Miliar Dolar bagi Bisnis AS

Kredibilitas Indonesia di pasar global telah dibangun selama beberapa dekade dan dijaga dengan hati-hati, tambah Prabowo. Dia mengingatkan bahwa “kredibilitas, sekali hilang, sangat mahal untuk diperoleh kembali.”

Dia juga menegaskan kembali komitmen jangka panjang Indonesia terhadap disiplin fiskal, mencatat bahwa negara ini tidak pernah gagal bayar hutangnya.

“Tidak sekali pun. Pemerintahan yang berkuasa selalu membayar hutang pemerintahan sebelumnya. Presiden akan selalu menghormati kewajiban administrasi sebelumnya,” katanya.

Agenda WEF 2026 menampilkan pidato oleh banyak pemimpin dunia, termasuk presiden dan perdana menteri dari berbagai penjuru globe.

Presiden Indonesia belum menghadiri WEF selama lebih dari satu dekade sebelum kehadiran Prabowo.

Presiden Indonesia pertama yang berpartisipasi dalam forum ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono, yang menyampaikan pidato tentang ekonomi hijau atau ramah lingkungan pada tahun 2011.

Berita terkait: Prabowo joins Gaza Board of Peace, hopes for humanitarian relief

Berita terkait: Prabowo joins launch of Gaza Board of Peace at WEF 2026 in Davos

Reporter: Kuntum Khaira Riswan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar