Prabowo: Harta Aset Hutan Indonesia Senilai Lebih dari $21 Miliar Berhasil Direklamasi

Jakarta (ANTARA) – Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyatakan Satuan Tugas Pengawasan Kawasan Hutan (PKH) telah berhasil mendapat kembali aset negara senilai sekitar Rp370 triliun (US$21,65 miliar).

Pernyataan itu disampaikannya saat serah terima aset negara yang berhasil direklamasi, seperti disiarkan Sekretariat Presiden di Jakarta pada Jumat.

Menurut Presiden, jumlah tersebut sangat signifikan karena hampir setara dengan 10 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang besarnya sekitar Rp3.700 triliun.

“Satgas ini telah sukses mereklamasi aset negara di kawasan hutan dengan nilai kira-kira Rp370 triliun. Kerja mereka selama satu setengah tahun terakhir telah menyelamatkan hampir 10 persen APBN,” ujarnya.

Prabowo menambahkan, angka tersebut mencerminkan potensi kerugian negara yang diakibatkan oleh okupasi ilegal di kawasan hutan.

Aset yang berhasil diambilalih kembali itu, catat dia, membuka peluang besar untuk mempercepat pembangunan nasional, termasuk modernisasi sekolah, perbaikan fasilitas pendidikan, dan pembangunan infrastruktur dasar.

“Kalau kita hitung Rp370 triliun, kita bisa perkirakan bahwa kita akan memperbaiki semua sekolah di seluruh Indonesia, memodernisasikannya, mendigitalkannya, serta meningkatkan fasilitas sanitasi,” kata Prabowo.

Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada satuan tugas atas upayanya menjaga aset negara.

Dia menekankan bahwa pemulihan aset merupakan langkah strategis untuk memastikan sumber daya nasional digunakan bagi kesejahteraan rakyat.

Dia juga menegaskan kembali bahwa penegakan hukum adalah kunci untuk melindungi aset negara.

“Hukum adalah instrumen utama untuk menjaga kekayaan bangsa. Tanpanya, masyarakat tidak bisa makmur,” ucapnya.

Berita terkait: Prabowo tekankan penegakan hukum untuk lindungi aset negara

Berita terkait: Pemri akan gunakan pemulihan aset negara untuk perbaikan sekolah dan perumahan: Prabowo

Penerjemah: Maria Cicilia G P, Resinta Sulistiyandari
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026

MEMBACA  Kurir di Washington yang Bersembunyi dari ICE

Tinggalkan komentar