Prabowo Dorong Universitas Dukung Percepatan Energi Bersih

Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto meminta universitas di Indonesia untuk mendukung percepatan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya dan konversi kendaraan listrik sebagai bagian dari transisi energi bersih pemerintah, kata seorang menteri pada Kamis.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan pernyataan itu setelah pertemuan tertutup dengan Prabowo dan beberapa anggota kabinet di kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani.

“Universitas diminta mendukung percepatan solar cell dan PLTS melalui riset dan kajian,” kata Yuliarto kepada wartawan usai pertemuan.

Dia mengatakan riset akademik dan kajian teknologi akan memainkan peran kunci dalam memperluas pemanfaatan energi terbarukan, khususnya PLTS, yang diharapkan dapat menggantikan pembangkit listrik berbasis diesel yang mahal secara bertahap.

Kementerian ESDM akan mengkoordinir program percepatan ini, sementara universitas akan menyumbangkan penelitian ilmiah dan analisis kebijakan untuk mendukung implementasinya, ujar Yuliarto.

Presiden juga mendorong adopsi kendaraan listrik yang lebih cepat untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil di sektor transportasi.

Berita terkait: Pemerintah siapkan pembangkit listrik tenaga nuklir 7 GW hingga 2034 secara bertahap

“Prioritas kedua adalah bagaimana mempercepat konversi ke kendaraan listrik, karena pembangkit listrik diesel dan kendaraan konvensional tergantung pada bahan bakar,” kata menteri tersebut.

Selain itu, Prabowo menyerukan adopsi kompor listrik yang lebih cepat untuk mengurangi ketergantungan pada LPG dan meringankan beban subsidi energi pemerintah.

Yuliarto menyatakan universitas akan meningkatkan riset dan inovasi terkait tiga prioritas tersebut di bawah koordinasi dengan kementerian energi.

Dalam pertemuan yang sama, Menteri Energi Lahadalia mengumumkan pembentukan satgas transisi energi untuk mempercepat program energi bersih pemerintah.

MEMBACA  3 Saham Energi Nuklir Teratas untuk Dibeli di Bulan Januari

Di antara inisiatif utamanya adalah rencana mengkonversi sekitar 120 juta sepeda motor konvensional menjadi kendaraan listrik.

Prabowo telah menetapkan target agar program-program tersebut memberikan hasil optimal dalam tiga hingga empat tahun kedepan.

Satgas ini juga akan mendukung ekspansi kapasitas pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 gigawatt sembari menyusun kebijakan efektif untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik dan meningkatkan efisiensi energi nasional.

Berita terkait: Menteri pastikan dana JETP senilai AS$3,1 miliar tersedia untuk proyek

Penerjemah: Fathur, Kenzu
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar