Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk membangun perumahan sementara dan permanen bagi korban banjir bandang di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Dalam kunjungannya ke pengungsi di posko Masjid Raya Al Abrar di Takengon, Aceh Tengah, pada Jumat, Prabowo meminta warga untuk bersabar karena proses pembangunan perumahan ini memerlukan waktu.
“Ada perumahan sementara dan permanen yang sudah kami rencanakan. Anggarannya sudah dialokasikan, tetapi ini butuh waktu,” kata Prabowo, seperti terlihat dalam siaran langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Presiden meminta kesabaran warga yang terdampak dan menekankan bahwa pemerintah terus bekerja keras untuk membantu pemulihan masyarakat.
“Kami mohon kesabaran. Saya tidak bisa menyelesaikan ini dengan sangat cepat. Kami sudah berusaha maksimal. Saya minta semua tetap kuat dan sabar. Kami pasti bantu, jangan khawatir,” ujarnya.
Sebelumnya pada Selasa, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyatakan pembangunan 2.000 rumah untuk korban bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara akan didukung melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR).
“Beberapa perusahaan telah berkomitmen untuk membantu membangun 2.000 rumah untuk saudara-saudari kita di Sumatra,” kata Sirait dalam konferensi pers di Jakarta.
Dia menambahkan bahwa kontribusi CSR untuk pembangunan rumah ini mencerminkan semangat gotong royong.
“Ini adalah bentuk solidaritas bersama. Saya telah terima komitmen untuk 2.000 rumah yang siap disediakan untuk saudara kita yang terdampak bencana di Sumatra,” sebutnya.
Berita terkait: Prabowo visits Aceh, urges flood-hit children to stay resilient
Berita terkait: President apologizes for Aceh electricity cut, restoration underway
Berita terkait: Over 817,000 remain displaced in Aceh after devastating floods: BNPB
Penerjemah: Maria Galuh, Kuntum Khaira
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2025