Polsek Soekarno-Hatta Ungkap Sindikat Admin Penipuan Rekrutmen ke Laos

Tangerang, Banten (ANTARA) – Polisi Bandara Soekarno-Hatta mengungkap sindikat perekrutan penipu online (scammer) ke Laos, yang disamarakan sebagai tawaran pekerjaan untuk pemasar crypto.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polisi Bandara Soekarno-Hatta, Komisaris Yandri Mono, pada Jumat menyebutkan satu tersangka telah ditangkap, berinisial NS, dan satu tersangka lagi masuk daftar pencarian, berinisial Y.

“Kami sudah menangkap tersangka NS, sementara Y telah masuk daftar orang yang dicari,” ujarnya.

Mono menjelaskan kasus ini berawal dari gagalnya pengiriman enam calon pekerja migran tanpa dokumen melalui Terminal 2 Keberangkatan Internasional Bandara Soekarno-Hatta.

Mereka rencananya terbang dengan penerbangan Scoot TR 269 dari Jakarta ke Singapura pada 1 Oktober 2025, lalu lanjut dengan Scoot TR 350 dari Singapura ke Vientiane, Laos.

Penyelidikan lebih lanjut menemukan bahwa keenam calon pekerja migran ilegal itu dijanjikan pekerjaan sebagai admin scam di Laos. Mereka direkrut melalui grup WhatsApp bernama “LAOS LAST”, yang dibuat oleh pelaku.

Berdasarkan keterangan korban, polisi berupaya menangkap tersangka NS di Palembang. Di sana, dia mengatakan pada polisi bahwa ia bekerja sama dengan Y untuk mencari calon pekerja dengan menjanjikan mereka pekerjaan sebagai pemasar crypto di Laos.

“NS bertugas mengumpulkan dokumen seperti KTP, KK, akta lahir, dan ijazah untuk pengurusan paspor,” papar Mono.

Sementara itu, Y bertanggung jawab mengurus semua hal terkait keberangkatan enam calon pekerja migran Indonesia ke Laos, membiayai perjalanan mereka untuk wawancara, serta menyediakan mereka pekerjaan di negara tersebut.

Mono menyatakan para pelaku dikenakan Pasal 81 juncto Pasal 69 dan Pasal 83 juncto Pasal 68 UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

“Mereka terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara,” katanya.

MEMBACA  Stephen King Ungkap 10 Film Favorit Teratasnya

Berita terkait: Masyarakat diimbau waspada penipuan SMS berisi tawaran pekerjaan

Berita terkait: BP2MI peringatkan perekrutan pekerja migran secara online

Berita terkait: Imigrasi tangkap 13 warga Jepang dalam razia scam

Penerjemah: Azmi Syamsul, Resinta Sulistiyandari
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar