Polisi Mengungkap Jaringan Internasional Produksi Film Porno Anak, Kompolnas: Bongkar Sindikat Lain

Polisi Membongkar Jaringan Internasional Produksi Film Porno Anak, Kompolnas: Ungkap Sindikat Lain

Polresta Bandara Soekarno-Hatta bekerja sama dengan Satgas Pencegahan Kekerasan Anak FBI membongkar tindak pidana kasus pembuatan film porno jaringan internasional yang melibatkan anak-anak. Foto: Ilustrasi/Dok SINDOnews

JAKARTA – Polresta Bandara Soekarno-Hatta bekerja sama dengan Satuan Tugas Pencegahan Kekerasan Anak FBI, Amerika Serikat membongkar tindak pidana kasus pembuatan film porno jaringan internasional yang melibatkan anak-anak sebagai korban.

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti mengapresiasi pengungkapan kasus tersebut dan berharap jaringan lain segera terungkap.

“Kompolnas berharap penangkapan pelaku jaringan internasional dapat membongkar jaringan-jaringan internasional lainnya di Indonesia yang menjadikan anak-anak sebagai objek pornografi online anak sehingga anak-anak Indonesia dapat diselamatkan,” ujarnya, Minggu (25/2/2024). Dia menilai anak-anak merupakan kelompok rentan kekerasan, termasuk kekerasan seksual sehingga perlindungan yang dilakukan harus melibatkan stakeholder. “Perlindungan anak menjadi tugas kita semua,” ucapnya.

Kerja sama Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta dengan Violent Crimes Against Children International Task Force FBI dapat menjadi contoh yang sangat baik bagi peningkatan kerja sama internasional antara Polri dengan kepolisian-kepolisian negara lain.

“Guna meningkatkan profesionalitas anggota Polri dan melindungi seluruh rakyat Indonesia,” tambahnya. (jon)

MEMBACA  "Lebih dari Selusin Anak di Kamp Darfur Meninggal Akibat Kekurangan Pangan, Menurut Tenaga Medis" Atau: "Kekurangan Pangan Sebabkan Lebih dari Selusin Anak di Kamp Darfur Tewas, Lapor Medis" Pilihan gaya: Formal: "Menurut Tenaga Medis, Lebih dari Dua Belas Anak di Kamp Darfur Meninggal Akibat Kelaparan" Jurnalistik: "Korban Kelaparan di Darfur: Belasan Anak Tewas di Kamp Pengungsian" Penyesuaian opsional: Angka bisa diganti "belasan" (12+), "puluhan" (20+), atau "dua belas" (spesifik). "Meninggal" lebih halus, "tewas" lebih keras. "Kelaparan" = emphasis parah, "kekurangan pangan" = netral. Tanda baca sesuai standar Indonesia (spasi sebelum tanda tanya/seru, titik koma jarang dipakai).