Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria mendorong penyedia platform digital untuk mengembangkan solusi teknologi agar pengguna anak-anak tidak bisa memalsukan usia saat pendaftaran akun.
Menurut dia, anak-anak cenderung memalsukan data usia saat mendaftar di platform digital untuk menghindari batasan umur.
"Kami telah bekerja sama dengan beberapa platform untuk mendorong mereka menyediakan solusi teknologi mengatasi ini," katanya kepada pers di Jakarta, Jumat.
Patria menambahkan, beberapa platform digital sedang menguji fitur untuk mengatasi pemalsuan usia, termasuk metode age inference atau deteksi usia berdasarkan perilaku.
Teknologi age inference memungkinkan algoritma platform menganalisis perilaku pengguna. Meskipun pengguna tidak mencantumkan usia sebenarnya, sistem dapat mengidentifikasi berdasarkan konten yang diakses.
Jika sistem mendeteksi pola khas anak-anak pada akun yang terdaftar sebagai dewasa, akses ke konten berbahaya akan diblokir otomatis.
"Kalau hanya mengandalkan imbauan dan permintaan batas usia tanpa solusi teknologi, saya yakin akan banyak kendala di lapangan," ujarnya.
Meski menyebut pengenalan wajah sebagai opsi mungkin, dia menekankan perlu diskusi lebih lanjut mengenai keamanan data pribadi pengguna.
"Kita harus patuh pada semua regulasi yang ada," tegas wakil menteri itu.
Sebelumnya, Nezar menyatakan platform digital bertanggung jawab menerapkan sistem verifikasi usia pengguna untuk melindungi anak di ruang digital.
Hal ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak, yang mewajibkan platform digital memverifikasi usia pengguna dan membatasi akses ke konten negatif.
Wakil menteri menegaskan, pengguna di bawah umur harus dibatasi aksesnya terhadap konten yang tidak sesuai untuk usianya.
Berita terkait: Indonesia desak platform digital gunakan deteksi usia berdasarkan perilaku
Berita terkait: Indonesia percepat transformasi digital, fokus pada dampak langsung
Penerjemah: Farhan Arda, Raka Adji
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026