Jumat, 22 Mei 2026 – 15:15 WIB
Jakarta, VIVA – Pemanfaatan platform digital makin luas sebagai cara masyarakat dapat penghasilan dari rumah. Aktivitas ekonomi sekarang gak cuma secara konvensional, tapi juga lewat kanal digital yang bikin pelaku usaha bisa jangkau pasar lebih luas dengan modal terbatas.
Perkembangan ini juga terkait dengan upaya memberdayaka pelaku usaha ultra mikro yang masih menghadapi masalah akses pembiayaan dan kepercayaan di sistem keuangan formal. Banyak pelaku usaha kecil dinilai belum punya aset atau riwayat keuangan yang cukup untuk dapat modal usaha dari lembaga keuangan biasa.
Banyak perempuan pengusaha ultra mikro yang hidup dalam ruang sempit. Penghasilan pas-pasan, usaha kecil, aset hampir tak ada. Mereka andalkan untung harian yang kadang cuma cukup buat beli bahan makanan.
Tapi di tengah keterbatasan itu, mereka tetap bangun paling pagi dan istirahat paling telat demi dapur tetap menyala. Ironisnya, kelompok yang kerja paling keras ini malah sering jadi yang paling susah dapet kepercayaan.
Di sistem keuangan formal, kepercayaan sering diartikan dengan angka dan jaminan. Akses pembiayaan butuh aset, agunan, catatan keuangan, dan administrasi yang bagus. Sedangkan buat usaha ultra mikro, jangankan punya jaminan, banyak dari mereka masih berjuang buat kebutuhan sehari-hari.
Sampai di sini, keterbatasan akses sering membuat pelaku usaha kecil sulit berkembang meski punya potensi usaha yangjalan. Contohnya Sri Aryanti Nurafiah, nasabah Permodalan Nasional Madani Mekaar Cikarang Barat, yang mulainya usaha kriya dari rumah buat tambahin pendapatan keluarga.
“Kalo cuma ngandalin gaji suami, ga cukup rasanya. Aku pengen buka usaha kriya-kriya, tapi modal terbatas jadi bimbang,” katanya, kayak dikutip dari siaran pers, Jumat, 22 Mei 2026.
Tahun 2022, Permodalan Nasional Madani kasi pembiayaan usaha ke Yanti. Dana itu dia pake buat beli bahan baku dan ngembangin usaha gantungan kunci dari rumah.
Setelah dapat pembiayaan, usaha Yanti mulai berkembang sedikit demi sedikit. Dia kemudian memperluas aktivitas usaha dan buka lapak yang lebih besar dari sebelumnya.
”Gak kepikiran sebelumnya, ternyata usaha saya makin besar sampai sekaramg. Modal jugs saya tambah sama PNM, jadi saya berani buka lapak lebih besar,” katanya.