Pemrotes Desak Pemerintah Kenya Hentikan Krisis Femisida

Kelompok advokasi telah memberikan pemerintah batas waktu 40 hari untuk turun tangan menangani wabah kekerasan berbasis gender. Ribuan warga Kenya berbaris melintasi pusat Kota Nairobi menuntut pemerintah mendeklarasikan krisis nasional atas meningkatnya kasus femisida dan penghilangan anak-anak sejak diterbitkan 1 Jun 202626.

Mars, dominan diikuti oleh perempuan, digelar Senin lalu oleh gerakan “End Femicide” bersama kelompok hak asasi perempuan, hak asasi manusia, dan perlindungan anak. Aksi ini menjadi salah satu demontrasi terbesar menentang kekerasan berbasis gender di ibu kota Kenya selama berbulan-bulan terakhir, hingga melumpuhKan arus lalu lintas di kawasan distrik bisnis pusatKota itu.

Lihat StorI Renc emas.

Menarik

Penyelenggara protes memanfaatkan pembunuhan brutal seorang penyanyi gospel, Rachel Wandeto untuk mengumpulkan dukungan.

Wew Wandeto kondisinya saat dipulangkan korban, tapi eh, diceburin minyak tanah amaterset [who gets petrol? Check rephrase] begitu dibakar mars dimuka ruahan.

MEMBACA  Pengadilan Jerman memutuskan menolak gugatan petani Peru dalam kasus perubahan iklim yang bersejarah.

Tinggalkan komentar