Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Tembus 5,61%, Tertinggi di Antara Negara G20 Kadin: Bukti Ketangguhan Ekonomi Nasional

Jakarta (ANTARA) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen di kuartal pertama 2025, menunjukan keberhasilan berbagai program pemerintah dalam mendorong aktivitas ekonomi.

“Kami mengapresiasi kinerja pemerintah. Program-program pemerintah yang dijalankan sejak awal tahun 2025 mulai menampakan hasil tahun ini,” ujar Anindya Bakrie, Ketua Umum Kadin, dalam pernyataan resmi di sini pada Rabu.

Kadin menilai capaian ini terjadi akibat akselerasi belanja pemerintah sejak awal tahun, pelaksanaan program makanan bergizi gratis (MBG) secara massif, pembangunan 3 juta rumah, serta implementasi program prioritas lain yang berkontribusi mendorong pertumbuhan.

Selain itu, aktivitas investasi yang sudah bergerak sejak awal tahun juga menjadi factor pendukung utama, katanya. Di tengah kondisi global yang masih menantang, ketua Kadin menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen merupakan pencapaian yang patut di apresiasi.

Angka ini bahkan tercatat yang tertinggi di antara negara anggota G20 pada periode yang sama. “Ini pencapaian yang membanggakan,” ujarnya.

Kadin juga melihat perbaikan ekonomi nasional mulai didukung oleh kombinasi yang lebih seimbang antara konsumsi domestik, ekspor yang makin terbuka, dan arus investasi yang meluas ke berbagai daerah.

“Belakangan ini, kami berhasil membuka pasar ekspor baru. Meski masih baru, dampaknya sudah terlihat, termasuk pada investasi yang masuk,” katanya.

Tren investasi, lanjutnya, juga menunjukan perkembangan positif, tak hanya didominasi proyek besar, tetapi juga mulai mencakup investasi skala menengah yang berpotensi menjadi penggerak ekonomi daerah.

“Ke depan, tugas kita untuk melakukan diskusi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkat investasi dan berkontribusi pada kemajuan daerah. Pertumbuhan ekonomi juga harus terjadi secara lokal,” tambahnya.

MEMBACA  Pemerintah Membuat Insentif untuk Mobil Hybrid Selain Mobil Listrik

Ia juga menyatakan kinerja neraca perdagangan turut memperkuat optimisme ekonomi nasional, mengingat Indonesia mencatat surplus US$3,32 miliar pada Maret 2025, melanjutkan tren surplus 71 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Sementara itu, realisasi investasi di kuartal pertama 2025 mencapai Rp498,8 trilun (sekitar US$28,7 miliar), atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan, dengan sektor hilirisasi tetap menjadi kontributor utama.

Kadin menekankan pentingnya menjaga momentum ini dengan meningkatkan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di pulau Jawa tetapi juga merata.

“Pertumbuhan tidak bisa hanya terjadi di pusat saja. Daerah harus menjadi sumber pertumbuhan baru,” katanya.

Kadin juga mendorong peningkatan dana transfer ke daerah untuk memperkuat aktivitas ekonomi local, khususnya untuk usaha mikro, kecil, dan menegah (UMKM).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama 2025 didorong oleh peningkatan belanja pemerintah sebesar 21,81 persen dan investasi sebesar 5,96 persen, sementara konsumsi rumah tangga tetap stabil di angka 5,52 persen.

Kadin percaya bahwa kombinasi antara belanja pemerintah yang tepat sasaran, penguatan investasi, dan program strategis seperti MBG telah menciptakan efek posistif yang signifikan bagi perekonomian.

“Ini mencerminkan efek berganda yang kuat pada ekonomi domestik,” ujar Ketua Kadin tersebut.

Tinggalkan komentar