Padang (ANTARA) – Perusahaan energi milik negara Pertamina menyatakan mereka tetap menjaga pasokan bahan bakar dan gas ke provinsi-provinsi di Sumatra yang terdampak bencana. Mereka menggunakan transportasi darat, laut, dan udara karena kerusakan infrastruktur yang luas.
Distribusi terus berjalan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui rute alternatif. Prioritas diberikan ke daerah-daerah yang terputus akibat jalan rusak, menurut perusahaan.
"Kami mengerahkan semua sumber daya yang ada untuk memastikan kelanjutan pasokan energi pasca bencana," kata Sekretaris Perusahaan Pertamina, Arya Dwi Paramita, di Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu.
Pertamina mengandalkan transportasi laut untuk menjangkau daerah terpencil, menggunakan kapal ro-ro dan kapal Angkatan Laut untuk mengangkut truk tangki bahan bakar.
Jika akses darat dan laut tidak memungkinkan, perusahaan berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk mengirim bahan bakar via udara, termasuk operasi sling-load.
Pasokan bahan bakar, terutama solar dan produk lainnya, juga diangkut dalam drum menggunakan pesawat Air Tractor dengan kapasitas 3.500 hingga 4.000 liter.
Di Sumatera Barat, Pertamina mendistribusikan LPG ke Padang Pariaman, Agam, dan kota Padang, serta menyuplai total 17.439 liter bahan bakar.
Perusahaan juga telah mendirikan 111 dapur umum dan 164 posko di ketiga provinsi untuk mendukung upaya penanggulangan bencana pemerintah.
Berita terkait: Govt adds fuel delivery points for Sumatra recovery ships
Berita terkait: Pertamina restores 98 percent of fuel stations in flood-hit Sumatra
Penerjemah: Muhammad Zulfikar, Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2025