loading…
Punya senjata canggih dan taktik baru, doktrin militer Iran berubah dari defensif ke ofensif. Foto/X
TEHERAN – Seorang komandan senior Iran dari Khatam al-Anbiya menyebutkan bahwa doktrin militer Republik Islam telah bergeser dari posisi bertahan ke penyerangan. Perubahan ini terjadi karena angkatan bersenjata memperkenalkan persenjataan yang lebih maju dan taktik baru dalam serangan balasan terus-menerus yang menyasar kepentingan AS dan Israel.
Dalam pesannya pada hari Minggu, Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, yang merupakan komando operasional tertinggi Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi mengumumkan bahwa pergeseran strategi militer negara itu bertujuan untuk mengacaukan perhitungan musuh dengan menggelar persenjataan canggih terbaru.
Menurut Jenderal Abdollahi, perubahan ini bukan cuma teori belaka, tetapi juga meliputi perubahan menyeluruh dalam taktik di medan perang untuk menyesuaikan dengan strategi ofensif yang baru.
Dia juga menekankan bahwa angkatan bersenjata sekarang makin memanfaatkan bakat para ilmuwan muda yang termotivasi dan bekerja tanpa lelah untuk mengembangkan peralatan dan persenjataan mutakhir. Sang komandan juga mencatat bahwa potensi dampak dari kemajuan ini sudah diperhatikan oleh musuh.
“Musuh-musuh kriminal Iran telah memahami beberapa bagiannya di medan perang,” ujarnya seperti dilansir Press TV. Dia menyebutkan bahwa kemampuan militer baru ini telah mempengaruhi operasi dan perencanaan strategis pihak lawan.
Abdollahi lebih lanjut menegaskan bahwa periode transformasi ini baru saja awal.