Permintaan Urea Indonesia dari Empat Negara Melampaui 750.000 Ton

Jakarta (ANTARA) – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membukakan bahwa empat negara telah meminta pupuk urea dari Indonesia, dengan total permintaan mencapai paling sedikit 750 ribu ton, di tengah guncangan rantai pasok global.

Ia menyebutkan keempat negara tersebut adalah India, Australia, Filipina, dan Brazil.

“Duta Besar India menghubungi langsung untuk mendapatkan pupuk; begitu juga Australia, Filipina, dan Brazil. Empat negara ini meminta untuk dapat pupuk urea,” ungkap Sulaiman usai menghadiri rapat di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, pada Rabu.

India meminta 500 ribu ton pupuk urea Indonesia, sementara Australia setuju menerima 250 ribu ton dalam pengiriman pertama dari Indonesia.

Sementara, jumlah total yang diminta oleh Brazil dan Filipina masih belum final, tambahnya.

Menteri menjelaskan bahwa kapasitas produksi pupuk Indonesia mencapai 7,8 juta ton, sementara kebutuhan dalam negeri adalah 6 juta ton. “Oleh karena itu, kita bisa mengalokasikan satu juta ton untuk ekspor,” kata Sulaiman.

Sulaiman mengatakan peningkatan permintaan global ini memberikan peluang bagi Indonesia untuk memperkuat ekspor hasil pertaniannya, meski akan dilaksanakan dengan memperhatikan kepentingan nasional.

Menteri mengatakan kinerja yang kuat ini tercermin dari temuan Badan Pusat Statistik (BPS), yang menunjukkan bahwa ekspor pertanian Indonesia pada 2025 meningkat sebesar Rp167 triliun dibanding tahun sebelumnya, sementara impor turun Rp41 triliun.

“Data itu menunjukkan kita mendapat surplus perdagangan sebesar Rp200 triliun,” ia menambahkan.

Duta Besar India Sandeep Chakravorty bertemu dengan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono pada Kamis (16 April) untuk membahas rencana ekspor pupuk urea Indonesia ke India. Dalam pertemuan tersebut, pihak Indonesia menyatakan kesediaannya untuk mengekspor surplus setelah kebutuhan dalam negeri terpenuhi.

Sementara itu, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas bantuannya dalam mengamankan pasokan pupuk bagi Canberra dalam sambungan telepon pada Selasa (21 April).

MEMBACA  Tim Putri RI Lolos Final Snooker 6 Bola Merah SEA Games 2025

Berita terkait: Prabowo, Albanese discuss export of 250,000 tons of urea to Australia

Berita terkait: Indian Ambassador meets Dy Minister Sudaryono for urea import prospect

Berita terkait: Indonesia eyes urea fertilizer exports to four countries

Penerjemah: Aria Ananda, Nabil Ihsan
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar