Rabu, 17 Juni 2026 – 22:16 WIB
Jakarta, VIVA – Lembaga Administrasi Negara (LAN) bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi meluncurkan E-Learning Aparatur Sipil Negara (ASN) Berintegritas hari ini. Langkah ini merupakan upaya untuk membangun birokrasi yang bersih dan akuntabel, yang gak bisa lepas dari penguatan integritas ASN sebagai fondasi utama tata kelola pemerintahan.
Kepala LAN, Muhammad Taufiq, bilang kalau sejarah peradaban dunia menunjukkan bahwa ancaman terbesar bagi suatu bangsa seringkali datang dari dalam diri sendiri, bukan dari luar. Salah satu contohnya adalah kisah Tembok Besar Cina yang selama berabad-abad jadi simbol pertahanan, tapi akhirnya runtuh bukan karena serangan musuh, melainkan karena lemahnya integritas dari dalam sistem yang menjaganya.
“Bagi ASN, integritas itu bukan cuma tentang patuh sama aturan, tapi juga komitmen moral untuk menjalankan amanah jabatan secara profesional, jujur, dan bertanggung jawab. Integritas adalah modal utama buat jaga kepercayaan publik dan pastiin setiap kebijakan pemerintah bener-bener memberi manfaat buat masyarakt,” ujar Taufiq dalam pernyataannya, Rabu, 17 Juni 2026.
Taufiq nambahin, metode ini juga bagian dari penguatan kompetensi ASN. Belajar integritas udah diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, yang menekankan pengembangan kompetensi dilakukan secara berkelanjutan lewat sistem pembelajaran terintegrasi. Makanya, pendekatan Corporate University (Corpu) jadi salah satu alat penting untuk pastiin proses pengembangan kompetensi berjalan sistematis, relevan, dan berdampak pada kinerja organisasi.
“Peluncuran E-Learning ASN Berintegritas ini adalah Langkah penting untuk kasih pembelajaran khusus soal integritas dan pencegahan korupsi. Lewat platform ini, edukasi anti korupsi bisa menjangkau lebih banyak orang secara masif, terstandar, dan berkelanjutan, sehingga nilai integritas bisa tertanam dalam setiap tugas pemerintahan dan pelayanan publik,” katanya.
Dengan memanfaatkan pembelajaran digital, ASN bisa dapetin materi yang lebih fleksibel dan sesuai kebutuhan jabatan atau organisasi. Berbagai saluran belajar, kerja sama antar instansi, serta libatnya para pakar dan praktisi jadi bagian dari strategi buat ningkatin kualitas pembelajaran ASN di tingkat nasional.
Sementra itu, Ketua KPK, Komjen Pol. (Purn.) Setyo Budiyanto, bilang kalau penguatan integritas ASN itu investasi jangka panjang dalam bangun tata kelola yang bersih dan akuntabel. Saat ini dari 6,7 juta ASN di Indonesia, baru puluhan ribu yang udah dapet pembelajaran khusus soal integritas.