Peralihan dari Diesel ke Tenaga Surya Tingkatkan Ketahanan Energi Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Rencana pemerintah Indonesia untuk mengubah pembangkit listrik diesel (PLTD) menjadi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sejalan dengan pengembangan energi bersih dan upaya memperkuat ketahanan energi nasional, kata Dewan Energi Nasional (DEN).

“Sesuai dengan kebijakan internasional untuk meningkatkan keamanan energi sembari mengembangkan energi yang lebih bersih. Pemerintah bertujuan mencapai keduanya,” kata Sekretaris Jenderal DEN Dadan Kusdiana di Jakarta, Rabu.

Dia menegaskan pemerintah bersiap menghentikan PLTD secara bertahap sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi ke energi terbarukan, dengan fokus pada pengembangan tenaga surya berkapasitas hingga 100 gigawatt.

Dadan menekankan transisi harus berjalan bertahap dan paralel dengan penyelesaian proyek surya, sambil mengoptimalkan sumber energi lokal seperti panas bumi.

“PLTD kebanyakan berada di daerah terpencil dimana pasokan bahan bakar sulit dan mahal. Ini dapat diganti dengan sumber energi yang tersedia lokal seperti surya dan panas bumi,” ujarnya.

Meski begitu, dia mengakui tantangan dalam menerapkan transisi ini, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.

Dadan menambahkan upaya serupa telah dimulai lebih awal melalui program “de-dieselisasi” pemerintah, yang mendorong alternatif seperti gas dan energi surya.

Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan percepatan konversi pembangkit listrik, sementara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan langkah ini bagian dari upaya merespon kenaikan harga minyak global.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia juga menyatakan transisi akan dilakukan bertahap dengan menjaga stabilitas pasokan listrik.

Berita terkait: Indonesia akan luncurkan biodiesel B50 mulai 1 Juli: Lahadalia

Berita terkait: Anggota DPR dorong elektrifikasi untuk tingkatkan swasembada energi

Penerjemah: Arnidhya Nur, Tegar Nurfitra
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026

MEMBACA  Kondisi Keuangan Warga Indonesia: Tertekan Biaya Pendidikan dan Kenaikan Harga Sembako

Tinggalkan komentar