Sabtu, 28 Maret 2026 – 04:51 WIB
Pemerintah resmi menyerahkan 120 unit hunian tetap (huntap) tahap pertama kepada masyarakat korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, yang juga Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana di Sumatera, menganggap pembangunan huntap di Tapsel ini salah satu yang tercepat dalam penanganan bencana.
“Nah, ini termasuk gotong royong tercepat, tercepat saya sampaikan ini. Paling cepat,” kata Tito dalam acara penyerahan kunci di Tapsel, Jumat 27 Maret 2026.
Tito menjelaskan, percepatan pembangunan huntap ditentukan tiga tahap utama. Tahap awal bergantung pada kemampuan pemerintah daerah (Pemda) menyusun data korban secara rinci berbasis nama dan alamat beserta tingkat kerusakannya. Data itu lalu diverifikasi Badan Pusat Statistik (BPS) sebelum tahap pembangunan yang melibatkan kolaborasi berbagai pihak seperti BNPB, Kementerian PUPR, dan lembaga nonpemerintah termasuk Yayasan Buddha Tzu Chi.
Dalam kesempatan itu, Tito mengapresiasi Bupati Tapsel Gus Irawan yang sigap menyampaikan data kerusakan secara lengkap dan cepat. Kelengkapan data ini mempercepat pencairan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp1,8 juta untuk tiga bulan selama pengungsian.
Selain itu, warga terdampak juga menerima bantuan lain seperti Jaminan Hidup (Jadup) dari Kemensos Rp15.000 per orang per hari, bantuan perabotan rumah Rp3 juta, hingga stimulan ekonomi Rp5 juta.
“Itu juga karena data dari Pak Bupati [Tapsel] yang diserahkan dengan cepat,” jelasnya.
Tito menekankan, keberhasilan penanganan di Tapsel bisa jadi contoh bagi daerah lain yang terdampak. Pemerintah mendorong kepala daerah di wilayah lain untuk meniru kecepatan dan kelengkapan pendataan seperti di Tapsel.
Hal tersebut menjadi krusial mengingat bencana ini berdampak luas, mencakup 52 kabupaten/kota di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.