Penyelidikan Polisi Jakarta: Kemungkinan Human Error Tabrakan Kereta di Bekasi, 16 Tewas

Penyelidikan kami fokus pada dua faktor utama: kemungkinan kesalahan manusia dan masalah sistem.

Jakarta (ANTARA) – Kepolisian Metropolitan Jakarta saat ini sedang menyelidiki dugaan kesalahan manusia di balik tabrakan kereta api di Bekasi Timur pada Senin (27 April). Kecelakaan ini mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan 91 orang luka-luka.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, mengatakan bahwa penyidik sedang memeriksa berbagai kemungkinan penyebab kecelakaan, termasuk human error dan kemungkinan gangguan pada sistem komunikasi perkeretaapian.

“Penyelidikan kami berfokus pada dua faktor utama: kemungkinan kesalahan manusia dan masalah sistem. Semuanya masih dalam penyeledikan,” jelas Budi di Jakarta pada Rabu.

Penyidik akan memeriksa beberapa pihak yang terlibat, termasuk sopir taksi online yang diduga menjadi pemicu awal kejadian, serta masinis dari kedua kereta yang terlibat.

Penyidikan ini bertujuan untuk mengungkap secara rinci kronologis kejadian sebelum dan sesudah kecelakaan, ujar Budi.

Selain menyelidiki aspek teknis dan human error, polisi juga mengumpulkan barang bukti dan memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian. Olah TKP secara menyeluruh dilakukan untuk memastikan tidak ada detail yang terlewatkan.

Polda Metro Jaya menyatakan bahwa proses hukum akan berjalan transparan dan profesional, serta tidak menutup kemungkinan untuk menetapkan tersangka jika ditemukan kelalaian yang menyebabkan kecelakaan.

Insiden mematikan ini dilaporkan berawal ketika sebuah taksi online mengalami masalah dan berhenti di perlintasan kereta api di Jalan Ampera. Kendaraan tersebut menghalangi laju kereta komuter yang lewat, sehingga kereta itu berhenti di atas rel.

Situasi semakin buruk ketika kereta komuter yang berhenti itu ditabrak dari belakang oleh kereta Argo Bromo Anggrek yang sedang dalam perjalanan dari Stasiun Gambir Jakarta menuju Surabaya Pasar Turi. Tabrakan keras itu menyebabkan kerusakan parah pada kedua kereta.

MEMBACA  Puluhan Tewas saat Warga Palestina Melarikan Diri dari Serangan Israel di Khan Younis | Berita Konflik Israel-Palestina

Data sementara menunjukkan jumlah total korban mencapai 106 orang, di mana 46 orang masih menerima perawatan medis dan 44 orang sudah pulang. Sementara itu, 16 orang telah meninggal dunia.

“Peningkatan jumlah korban jiwa ini menjadi perhatian kami. Kami berharap tidak ada lagi korban jiwa,” kata Budi.

Di tengah penyidikan, otoritas setempat mengatakan perawatan korban tetap menjadi prioritas. Dukungan medis dan psikologis terus diberikan kepada korban selamat dan keluarga yang berduka.

Tinggalkan komentar