Pengakuan Terbuka Pelatih Jakarta Usai Kekalahan Dramatis dari Bandung di Proliga 2026

Jumat, 23 Januari 2026 – 03:00 WIB

Bandung, VIVA – Pertandingan seru terjadi di seri ketiga babak pertama Proliga 2026. Jakarta Pertamina Enduro (JPE) harus mengakui kehebatan tuan rumah Bandung bjb Tandamata. Laga yang berlangsung lima set berakhir pahit untuk JPE dengan kekalahan tipis 2-3.

Baca Juga :


Terpopuler:Target Putri KW di Indonesia Masters 2026, LavAni Menang Setelah Duel Panjang di Proliga 2026

Kekalahan ini bukan cuma soal skor, tapi juga meninggalkan evaluasi besar bagi tim juara bertahan. Pelatih JPE Bullent Kaslioglu secara terbuka mengakuai kelemahan utama timnya, yaitu ketidak-konsistenan permainan dari awal sampai akhir.

JPE sebenarnya memulai pertandingan dengan baik. Mereka memenangkan set pertama dengan skor 25-16. Tapi momentum itu tidak bisa dipertahankan sampai akhir.

Baca Juga :


Laga Paling Tegang Proliga Hari Ini, LavAni Menang Setelah Duel Panjang Tanpa Ampun di Proliga 2026

Menurut Kaslioglu, performa timnya tidak stabil, terutama dalam servis dan blok yang seharusnya menjadi keunggulan mereka.

“Kami mestinya bermain konsisten. Kalau servis dan blok bagus di awal, harusnya di akhir juga bagus,” kata Kaslioglu setelah pertandingan seperti dikutip Proliga.

Baca Juga :


Disorot Pelatih Korea, Dukungan Ko Hee-jin untuk Megawati Hangestri di Proliga 2026 Bikin Volimania Tersentuh

Menurut pelatih dari Turki itu, ritme permainan yang tidak stabil membuat lawan lebih mudah bangkit. Situasi ini menyebabkan hilangnya kendali di momen-momen penting, terutama di set penentuan.

Secara perjalanan laga, kedua tim bermain keras dari awal. Skor sempat sengit di 7-7, 10-10, hingga 16-16 sebelum JPE unggul di set pertama.

Tapi Bandung Tandamata membalas di set kedua. Pertahanan yang lebih rapat dan serangan tajam membuat mereka menang 25-22 dan menyamakan kedudukan.

MEMBACA  Kampanye Kesadaran Pemilihan di Kedutaan Besar Indonesia, PPLN di Moskow

JPE sempat memimpin lagi setelah memenangkan set ketiga. Meski sempat tertinggal 6-12, mereka bangkit dan menutup set dengan kemenangan 25-22 sehingga unggul 2-1.

Sayangnya, masalah konsistensi muncul lagi. Bandung memanfaatkan peluang ini untuk memenangkan set keempat 25-18 dan memaksa pertandingan ke set kelima.

Di set penentuan, tekanan mental lebih terasa di pihak tuan rumah. Dukungan penuh suporter membuat Bandung bermain agresif sejak awal. Mereka unggul 13-7 sebelum akhirnya menang 15-8.

Kekalahan ini memaksa JPE untuk segera memperbaiki diri jika ingin tetap punya peluang mempertahankan gelar juaranya.

Kaslioglu memastikan timnya akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk bisa bangkit di pertandingan berikutnya.

Halaman Selanjutnya

Di sisi lain, pelatih Bandung bjb Tandamata Risco Herlambang mengaku lega timnya bisa mendapatkan kemenangan, apalagi beberapa pemainnya tampil dalam kondisi yang tidak sepenuhnya fit.

Tinggalkan komentar