Penerbangan Internasional Terjamin di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Perhubungan Indonesia memastikan bahwa operasi penerbangan internasional tetap berjalan di tengah situasi dinamis di Timur Tengah.

“Menanggapi berita yang beredar di masyarakat mengenai penangguhan seluruh penerbangan internasional karena situasi di Timur Tengah, Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar,” kata Dirjen Perhubungan Udara kementerian, Lukman F. Laisa, dalam keterangan pada Selasa.

Dia menjelaskan bahwa kementerian terus memantau perkembangan operasi penerbangan internasional yang terdampak situasi di Timur Tengah, sembari memastikan penanganan penumpang dilakukan dengan baik dan aman.

Hingga Selasa pagi, dua pesawat masih tertahan di Indonesia, satu di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan satu di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, keduanya dioperasikan oleh Qatar Airways.

Seiring dibukanya kembali wilayah udara Uni Emirat Arab secara bertahap, Laisa menyebut beberapa maskapai telah melanjutkan operasi penerbangan secara terbatas.

Emirates telah mengoperasikan penerbangan terbatas dari dan ke Jakarta serta Denpasar. Namun, operasi sempat terdampak gangguan di fasilitas bahan bakar di Bandara Dubai pada 16 Maret, yang menyebabkan penundaan dan perubahan jadwal.

“Penanganan penumpang yang terdampak sedang berjalan, termasuk transportasi bertahap untuk penumpang yang tertahan,” ujar Laisa.

Dia menambahkan bahwa Etihad Airways juga telah kembali beroperasi terbatas dan berencana menambah frekuensi penerbangan sebagai bagian dari langkah kontinjensi, khususnya untuk rute dari Jakarta dan Denpasar ke Abu Dhabi.

Sementara itu, Qatar Airways telah melakukan penerbangan repatriasi sejak 8 Maret dan secara bertahap melanjutkan layanan terbatas dari Jakarta.

Penanganan penumpang, termasuk jamaah umrah, telah dilakukan melalui mekanisme pengembalian dana, penjadwalan ulang, dan pengalihan ke maskapai lain.

Di sisi lain, maskapai yang melayani penerbangan langsung ke Arab Saudi—seperti Saudi Arabian Airlines, Garuda Indonesia, Lion Air, dan Flyadeal—terus beroperasi normal dan tidak terpengaruh oleh situasi tersebut.

MEMBACA  Prancis mengusir 12 pejabat Aljazair sebagai tindakan balasan di tengah ketegangan diplomatik.

Berita terkait: Bandara Soekarno-Hatta sesuaikan jadwal 39 penerbangan Timur Tengah

Berita terkait: Dua warga negara asing ditangkap karena pencurian dalam penerbangan di Bandara Juanda

Penerjemah: Harianto, Kenzu
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar