Penembakan Massal di Austin Tewaskan 3 dan Lukai 14, Diduga Terkait Sentimen Anti-Iran

Senin, 2 Maret 2026 – 06:26 WIB

VIVA – Sebuah penembakan massal terjadi di Amerika Serikat (AS). Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di depan bar populer "Buford" di kota Austin, Texas pada hari Minggu. Kejadian ini menewaskan dua orang dan melukai 14 orang lainnya. Pelaku akhirnya ditembak mati oleh polisi.

Tim gabungan anti-teror FBI telah diminta untuk membantu menyelidiki insiden mematikan di pusat kota Austin ini. Seorang pejabat FBI, Alex Doran, menyatakan bahwa masih terlalu cepat untuk memastikan motif penembak. Tapi, ada bukti yang ditemukan pada tersangka dan di mobilnya yang mengindikasikan kemungkinan kaitan dengan terorisme.

Menurut laporan CBS News, tersangka telah diidentifikasi sebagai Ndiaga Diagne (53). Dia berasal dari Senegal dan tiba di AS pada tahun 2006, lalu menjadi warga negara naturalisasi pada tahun 2013. Sumber penegak hukum juga menyelidiki riwayat kesehatan mental tersangka.

Fox News memperoleh foto tersangka yang membawa senjata dan memakai kaus bertuliskan "Milik Allah". Sementara Associated Press melaporkan bahwa pelaku juga mengenakan kaus dengan desain bendera Iran.

Kepala polisi kota, Lisa Davis, menyebut ini sebagai insiden yang sangat tragis. Panggilan darurat pertama dari bar Buford diterima pada pukul 1.59 pagi. Davis menjelaskan bahwa penyerang mengendarai mobil besar, berputar-putar di sekitar lokasi beberapa kali sebelum mulai menembak dari dalam mobilnya.

Penembak kemudian keluar dari kendaraan dengan senapan dan terus menyerang. Polisi tiba dalam waktu kurang dari satu menit setelah panggilan darurat. Saat petugas tiba, mereka langsung dihadapkan oleh pria bersenjata yang mengarahkan senjatanya ke mereka. Polisi kemudian membalas tembakan dan menewaskan tersangka.

Saat kejadian, dua pengunjung bar tewas di tempat. Empat belas korban lainnya dilarikan ke rumah sakit dengan luka tembak, tiga di antaranya dalam kondisi kritis.

MEMBACA  Mengapa saham masih terus turun? Pasar menanti laporan pendapatan Nvidia dan data inflasi dengan nafas tertahan

Halaman Selanjutnya

Tinggalkan komentar