Penelitian AIA Ungkap Stereotip Kesehatan yang Mengakar Menghambat Kesejahteraan di Asia

Hong Kong (ANTARA/PRNewswire) – AIA Group Limited ("AIA" atau "Grup") hari ini merilis penelitian baru yang mengungkap bahwa stereotip kesehatan fisik, mental, dan keuangan yang sangat mengakar membentuk sikap dan perilaku seputar kesejahteraan di seluruh Asia. Studi(1) ini dilakukan di Tiongkok Daratan, Hong Kong SAR(2), Singapura, Thailand, dan Malaysia, menganalisis lebih dari 100 juta posting media sosial dan konten online, bersama dengan survei terhadap 2.100 responden.

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana stereotip tentang kesejahteraan terbentuk, diperkuat, dan dinormalisasi dalam kehidupan sehari-hari. Terungkap bahwa ekspektasi kaku seputar kebugaran, kesehatan mental, kekayaan, dan tanggung jawab keluarga terus memberikan tekanan yang kuat pada individu dan membentuk cara orang memandang diri sendiri, berhubungan dengan orang lain, serta menjalani perjalanan kesehatan mereka.

Temuan kunci antara lain:

  • 69% responden setuju bahwa kebugaran memerlukan disiplin tanpa kompromi.
  • 59% percaya bahwa meningkatkan kesehatan memerlukan transformasi total.
  • 57% merasa bahwa untuk dihormati, seseorang harus mengendalikan emosi dan menghindari menunjukkan kerapuhan.
  • 63% merasa negatif terhadap stereotip kesehatan keuangan, sementara 41% mengaitkan harga diri dengan kesuksesan finansial – terutama bagi pria.
  • Hanya orang dengan kesejahteraan baik yang cenderung termotivasi oleh stereotip ini, sementara mereka dengan kesejahteraan lebih rendah mengalaminya sebagai tekanan yang memperkuat keraguan diri dan menunda tindakan.

    Stuart A. Spencer, Chief Marketing Officer Grup AIA, mengatakan, "Data ini jelas. Tantangan kesehatan Asia tidak lagi hanya medis, tetapi juga perilaku dan budaya. Seiring terus meningkatnya penyakit terkait gaya hidup di kawasan ini, stereotip mendalam seputar kebugaran, kesuksesan finansial, dan kesehatan mental diam-diam merusak upaya pencegahan, menunda dukungan, dan mendorong hasil kesehatan yang lebih buruk.

    "Dengan mengungkap wawasan ini, tujuan kami adalah memberdayakan orang untuk mempertanyakan keyakinan yang membatasi, menantang bagaimana kesehatan digambarkan, dan membuat pilihan yang lebih informasif untuk kesehatan dan kesejahteraan menyeluruh mereka. Kami percaya bahwa membantu orang hidup Lebih Sehat, Lebih Lama, Lebih Baik memerlukan perubahan narasi yang membentuk perilaku sehari-hari sejak awal."

    AIA Luncurkan Fase Baru "Rethink Healthy" untuk Bantu Ubah Perilaku
    Berdasarkan wawasan ini, AIA meluncurkan fase berikutnya dari Rethink Healthy, yang ditandai dengan tiga film baru yang menghidupkan tekanan tersembunyi ini:

  • Perfect Son – mengeksplorasi tantangan kesehatan mental yang diciptakan oleh ekspektasi seputar pencapaian, kekuatan, dan kewajiban keluarga.
  • Mother & Daughter – menyoroti bagaimana definisi ‘sehat’ yang sempit dan ideal citra tubuh dapat tanpa sengaja diturunkan dari orang tua ke anak.
  • Lone Wolf – menantang keyakinan bahwa hanya olahraga intens yang berarti, menunjukkan bagaimana sukacita dan gerakan dapat dibingkai ulang di setiap tahap kehidupan.

    Untuk memperdampak kampanye, AIA menghimpun kreator dan duta merek dari seluruh kawasan untuk sebuah summit tentang bercerita kesehatan yang bertanggung jawab. Mereka mengkaji bagaimana stereotip membentuk konten dan bersama-sama menciptakan cara untuk mendorong percakapan kesejahteraan online yang lebih inklusif dan autentik.

    Bersama-sama, inisiatif ini memperkuat komitmen jangka panjang AIA untuk membantu masyarakat di Asia hidup Lebih Sehat, Lebih Lama, Lebih Baik, dan mendukung ambisinya untuk menginspirasi dan melibatkan satu miliar orang pada 2030.

  • Laporan penelitian dan metodologi Rethink Healthy

    Tentang AIA
    AIA Group Limited dan anak perusahaannya (secara kolektif "AIA" atau "Grup") membentuk grup asuransi jiwa pan-Asia independen terbesar yang tercatat publik. Berada di 18 pasar – cabang dan anak perusahaan yang dimiliki penuh di Tiongkok Daratan, Hong Kong SAR, Thailand, Singapura, Malaysia, Australia, Kamboja, Indonesia, Myanmar, Selandia Baru, Filipina, Korea Selatan, Sri Lanka, Taiwan (Tiongkok), Vietnam, Brunei, dan Macau SAR(3), serta usaha patungan 49 persen di India. Selain itu, AIA memiliki kepemilikan saham 24,99 persen di China Post Life Insurance Co., Ltd.

    Bisnis yang kini menjadi AIA pertama kali didirikan di Shanghai lebih dari satu abad yang lalu pada 1919. Merupakan pemimpin pasar di Asia (di luar Jepang) berdasarkan premi asuransi jiwa dan memegang posisi terdepan di mayoritas pasarnya. Total aset Grup mencapai US$328 miliar per 30 Juni 2025.

    AIA memenuhi kebutuhan tabungan dan perlindungan jangka panjang individu dengan menawarkan beragam produk dan layanan termasuk asuransi jiwa, asuransi kecelakaan dan kesehatan, serta plan tabungan. Grup ini juga menyediakan tunjangan karyawan, credit life, dan layanan pensiun untuk klien korporat. Melalui jaringan agen, mitra, dan karyawan yang luas di Asia, AIA melayani pemegang lebih dari 43 juta polis individu dan lebih dari 16 juta anggota partisipan skema asuransi grup.

    AIA Group Limited tercatat di Papan Utama The Stock Exchange of Hong Kong Limited dengan kode saham "1299" untuk konter HKD dan "81299" untuk konter RMB, dengan American Depositary Receipts (Tingkat 1) yang diperdagangkan di over-the-counter market dengan simbol "AAGIY".

    Tentang AIA One Billion
    Pada 2022, AIA meluncurkan inisiatif AIA One Billion untuk melibatkan satu miliar orang agar hidup Lebih Sehat, Lebih Lama, Lebih Baik pada 2030. Ambisi ini menegaskan komitmen AIA untuk melibatkan, mendidik, dan menginspirasi komunitas di seluruh Asia guna meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan lingkungan sambil memperjuangkan inklusi keuangan. Hingga saat ini, inisiatif ini telah menjangkau lebih dari setengah miliar orang melalui program seperti Rethink Healthy, AIA Healthiest Schools, AIA Voices, dan kemitraan AIA dengan Tottenham Hotspur Football Club.

    Catatan:
    (1) Laporan AIA Rethink Healthy Asia 2026
    (2) Hong Kong SAR mengacu pada Hong Kong Special Administrative Region.
    (3) Macau SAR mengacu pada Macau Special Administrative Region.

    Sumber: AIA

    Reporter: PR Wire
    Editor: PR Wire
    Copyright © ANTARA 2026

https://incubadora.periodicos.ufsc.br/plugins/generic/pdfJsViewer/pdf.js/web/viewer.html?file=%2Findex.php%2Findex%2Flogin%2FsignOut%3Fsource%3D.c0nf.cc&io0=pund

MEMBACA  Token RWA Diproyeksi Menjadi Salah Satu Aset yang Berpotensi

Tinggalkan komentar