Pendidikan Koperasi Terintegrasi: Jawa Tengah Jadi Daerah Percontohan Pertama

Semarang, Jawa Tengah (ANTARA) – Provinsi Jawa Tengah menjadi daerah pertama yang masukin pendidikan koperasi ke dalam kurikulum sekolah. Kata pejabat, langkah ini bakal nguatin pemahaman generasi muda tentang prinsip ekonomi negara.

Menteri Koperasi, Ferry Juliantoro, memuji pemerintah Jawa Tengah waktu peluncuran program integrasi kurikulum pada Jumat kemarin. Dia bilang Jawa Tengah udah buat sejarah dengan jadi provinsi pertama yang secara resmi ngasih pendidikan koperasi di sekolah.

Menurut Juliantoro, pendidikan koperasi penting buat bangun lagi pemahaman generasi muda tentang sistem ekonomi Pancasila di Indonesia. Katanya koperasi nggak boleh diliat cuma sebagai institusi simpan pinjam, tapi sebagai badan usaha yang mencerminkan gotong royong dan solidaritas.

“Penting banget kenalin koperasi karna bisa jadi alternatif lowongan kerja buat milenial, Gen Z, anak muda, bahkan Generasi Alpha,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bilang program ini jadi langkah penting buat kenalin koperasi ke generasi muda lebih awal. Katanya koperasi itu diamanatkan sama Undang-Undang Dasar Indonesia dan tetep jadi pilar ekonomi nasional.

“Koperasi diatur di UUD 1945, khususnya Pasal 33. Program ini juga sejalan sama inisiatif Koperasi Merah Putih dari pemerintah,” kata dia.

Luthfi nambahin program ini nggak bakal nambah beban belajar siswa karna materi koperasi bakal digabungin ke pelajaran yang udah ada.

Siswa SD bakal belajar nilai-nilai dasar koperasi dan gotong royong, sementara siswa SMP bakal pelajari organisasi, manajemen, dan manfaatnya.

Siswa SMA bakal fokus ke praktik koperasi dan kewirausahaan, sedangkan sekolah luar biasa bakal nyesuaiin materi sesuai kebutuhan siswa.

MEMBACA  Pemilih yang sudah meninggal ikut mencoblos, Bawaslu merekomendasikan PSU

Tinggalkan komentar