Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kesehatan telah menerima pemberitahuan resmi dari otoritas kesehatan Australia mengenai kasus campak yang melibatkan riwayat perjalanan dari Indonesia dan sedang berkoordinasi dengan Australia serta WHO Indonesia untuk memastikan respons sesuai dengan standar internasional.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Informasi Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, pada Minggu menyatakan bahwa pemberitahuan tersebut dilakukan melalui mekanisme International Health Regulations (IHR).
Informasi ini disampaikan melalui Australian IHR National Focal Point dan telah diverifikasi serta ditindaklanjuti oleh Pusat Operasi Darurat Kesehatan Masyarakat (PHEOC) Kemenkes.
“Berdasarkan informasi yang diterima, kasus ini adalah perempuan berusia 18 tahun dengan riwayat vaksinasi MMR lengkap pada tahun 2009 dan 2012. Individu tersebut bepergian dengan Batik Air pada rute Jakarta-Perth tanggal 7-8 Februari 2026,” jelas Muhawarman.
Ruam muncul pada tanggal 8 Februari di Perth, dan hasil tes PCR dinyatakan positif. Saat ini, ada satu kasus yang dilaporkan tanpa kematian. Individu tersebut, ujarnya, adalah warga negara Australia yang sedang berkunjung ke Bandung.
Dia menambahkan bahwa otoritas Australia masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini dan belum memberikan detail lebih jauh.
Selain itu, Kemenkes bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat sedang melakukan penyelidikan epidemiologi dan memperkuat surveilans sesuai prosedur penanggulangan campak nasional.
Hingga saat ini, belum ada kasus tambahan terkait yang dilaporkan. Surveilans tetap dilakukan secara intensif untuk mendeteksi kemungkinan kasus suspek tambahan, tegas Muhawarman.
“Campak masih ditemukan di berbagai negara dan sangat menular. Secara nasional, tercatat 9.760 kasus terkonfirmasi pada tahun 2025, dan 269 kasus dilaporkan per Februari 2026,” lanjutnya.
Hingga kini, belum ada kejadian luar biasa (KLB) campak nasional yang dinyatakan, dan pemantauan terus dilakukan melalui sistem surveilans aktif.
Muhawarman mengimbau masyarakat untuk memastikan imunisasi campak mereka telah lengkap, terutama bagi yang akan bepergian ke luar negeri.
“Masyarakat yang mengalami gejala demam dan ruam disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, dan penderita campak disarankan untuk membatasi kontak dengan orang lain untuk mencegah penularan,” pesannya.
Berita terkait: Kemenkes luncurkan vaksinasi campak untuk anak-anak pengungsi
Berita terkait: Anggota DPR desak strategi mitigasi campak yang lebih kuat
Berita terkait: Kesadaran rendah dan disinformasi hambat penanganan campak di Indonesia
Penerjemah: Mecca Yumna, Resinta Sulistiyandari
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026