Pemerintah siapkan ribuan pusat ekonomi baru

Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, mengatakan bahwa program Patriot Transmigrasi dibuat untuk membangun ribuan pusat pertumbuhan ekonomi baru di seluruh Indonesia. Program ini memberi kesempatan kepada generasi muda untuk ikut ambil bagian dalam pembangunan di daerah transmigrasi.

Menurutnya, masa depan Indonesia tidak bisa hanya dibangun dari Jakarta saja, tetapi juga harus berasal dari ribuan pusat pertumbuhan baru yang tersebar di berbagai daerah.

“Masa depan Indonesia tidak akan dibangun hanya dari Jakarta, tetapi juga dari ribuan pusat pertumbuhan baru di seluruh negeri,” kata Suryanagara dalam pernyataannya pada Minggu.

Dia menjelaskan, program transmigrasi sudah berhasil mengembangkan wilayah transmigrasi menjadi 1.567 desa definitif, 466 ibu kota kecamatan, 116 ibu kota kabupaten, dan tiga ibu kota provinsi.

Suryanagara juga menyoroti masalah ketidaksetaraan kesempatan dalam pembangunan daerah. Menurutnya, kesenjangan terbesar saat ini bukan soal pendapatan, tapi soal kesempatan.

“Ketidaksetaraan terbesar yang kita hadapi saat ini bukanlah ketimpangan pendapatan, melainkan ketimpangan kesempatan,” ujarnya.

Untuk itu, program Patriot Transmigrasi dirancang untuk menyebarkan bakat, pengetahuan, teknologi, dan akses kemajuan agar potensi daerah serta sumber daya manusia setempat bisa berkembang.

Menteri Suryanagara kemudian mengajak universitas-universitas untuk ikut aktif dalam program ini, satu di antaranya dengan menjadi anggota Tim Ekspedisi Patriot (TEP). Dengan begitu, keahlian dari kampus tidak hanya berhenti di dunia akademik, tetapi bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dia menegaskan bahwa paradigma transmigrasi harus berubah dari sekadar memindahkan penduduk menjadi transfer pengetahuan, teknologi, dan bakat.

Suryanagara juga menekankan pentingnya kerja sama antara universitas yang menghasilkan pengetahuan, inovasi, dan talenta dengan Kementerian Transmigrasi yang menyediakan wadah untuk menerapkan riset dan inovasi tersebut.

MEMBACA  Potensi IPO Superbank (SUPA): Kupas Prospektus dan Metode Pembelian di Ajaib

“Kami ingin membawa pengetahuan, mendekatkan kampus ke masyarakat, dan menjadikan kawasan transmigrasi sebagai laboratorium hidup untuk pembangunan Indonesia,” katanya.

Tinggalkan komentar