Selasa, 10 Februari 2026 – 15:11 WIB
Jakarta, VIVA – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, bersama beberapa menteri kabinet, mengumumkan berbagai insentif yang bakal dijalankan pemerintah untuk menyambut bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2026.
Airlangga memastikan pemerintah sudah mengalokasikan dana hingga Rp 911,16 miliar untuk mendukung pemberian insentif ini.
"Untuk libur hari besar nasional, pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi berupa diskon tarif transportasi," ujar Airlangga dalam konferensi pers ‘Stimulus Ekonomi Diskon Tarif Transportasi HBKN Idul Fitri 2026’ di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
"Dengan total anggaran seluruhnya adalah sebesar Rp 911,16 miliar, yang berasal dari APBN maupun dari non-APBN," tambahnya.
Airlangga juga menyampaikan, untuk memudahkan mobilitas masyarakat saat libur Lebaran 2026, pemerintah akan menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) selama total 5 hari. Kebijakan ini berlaku untuk ASN dan pekerja swasta.
"Jadi sudah jelas, Work From Anywhere atau Flexible Working Arrangement akan berlaku pada tanggal 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret, total 5 hari," jelas Airlangga.
Selain itu, pemerintah juga akan menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng per bulan selama 2 bulan. Bantuan ini ditargetkan untuk 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dari desil 1 hingga 4.
"Estimasi kebutuhan anggarannya sebesar Rp 11,92 triliun dan penyaluran akan dimulai pada bulan Ramadhan atau bulan Februari nanti," ucapnya.
Beberapa menteri yang hadir dalam konferensi pers itu antara lain Menaker Yassierli, Menpan RB Rini Widyantini, Menhub Dudy Purwagandhi, Mensos Syaifullah Yusuf, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Berikut rincian insentif yang akan diberikan pemerintah:
- Diskon tarif tiket kereta api 30 persen dari PT KAI, untuk perjalanan pada periode 14-29 Maret 2026 dengan target 1,2 juta penumpang.