Pacitan, Jawa Timur (ANTARA) – Pemerintah Indonesia telah memberikan bantuan logistik dan darurat senilai Rp351,8 juta (sekitar 20.871 dolar AS) untuk mendukung warga terdampak gempa berkekuatan 6,4 skala Richter yang baru saja mengguncang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Nanang Samodra, menyatakan dalam siaran pers pada Minggu bahwa bantuan ini merupakan wujud kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak selama masa tanggap darurat.
“Kami ingin memastikan negara betul-betul hadir untuk rakyat. Kami harap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar korban gempa,” ujarnya setelah menyerahkan bantuan di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan pada hari Minggu.
Paket bantuan mencakup 100 selimut, 100 terpal, satu tenda pengungsian besar, 50 kasur lipat, dan 30 tenda keluarga.
Samodra menekankan pentingnya meningkatkan kesiapsiagaan bencana di daerah rawan gempa seperti Pacitan melalui simulasi bencana secara rutin, mulai dari tingkat keluarga hingga masyarakat.
Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pangarso Suryotomo, mencatat bahwa jenis bantuan yang diberikan diputuskan berdasarkan asesmen di lapangan.
Selain untuk kebutuhan dasar warga terdampak, bantuan juga termasuk peralatan penanggulangan bencana untuk mendukung pemerintah daerah.
“Kami membantu pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana, baik secara teknis maupun melalui penyediaan logistik dan peningkatan kapasitas,” ungkapnya.
Sekretaris Daerah Pacitan Heru Wiwoho menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan pemerintah pusat, dan memastikan bantuan akan dimanfaatkan dengan tepat.
“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah pusat dalam membantu mempercepat pemulihan pascagempa,” katanya.
Berita terkait: BNPB intensifkan koordinasi untuk respons cepat gempa Pacitan
Berita terkait: Kabupaten Pacitan Jawa Timur diguncang gempa 5,0 skala Richter
Penerjemah: Destyan H, Raka Adji
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026