Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Indonesia menyatakan pada Kamis bahwa beliau akan menetapkan besaran pemotongan anggaran untuk kementerian dan lembaga. Ini merupakan bagian dari upaya efisiensi baru untuk melindungi perekonomian dari ketegangan Timur Tengah yang meningkat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan ke wartawan di Istana Kepresidenan Jakarta bahwa rencana sebelumnya, yang memperbolehkan institusi menentukan pemotongannya sendiri, telah dibatalkan karena masalah efektivitas.
“Saya yang akan tentukan persentase potongannya, lalu setiap instansi akan menyesuaikan anggarannya,” ujarnya.
Dia menambahkan, kebijakan ini akan berfokus pada pengurangan belanja non-esensial yang dampaknya terbatas terhadap tata kelola dan pertumbuhan ekonomi.
“Hal ini akan mencakup berbagai pos pengeluaran, seperti rapat dan program yang tidak perlu serta berdampak ekonomi lambat atau minimal, yang bisa ditunda,” jelasnya.
Selain program dan aktivitas, pemerintah juga mempertimbangkan pemotongan gaji menteri dan wakil menteri sebagai bagian dari dorongan efisiensi ini.
Purbaya menyatakan dukungannya terhadap usulan tersebut, menyebutnya sebagai kontribusi langsung pejabat kepada keuangan negara.
“Saya dukung ide bagus itu,” katanya.
Pernyataan ini disampaikan Purbaya usai menghadiri rapat terbatas kabinet yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Investasi Rosan Roeslani.
Secara terpisah, Hartarto menyebutkan pemerintah telah meningkatkan koordinasi antar kementerian untuk merumuskan langkah teknis pelaksanaan rencana efisiensi anggaran ini.
Dia menambahkan bahwa diskusi masih berlangsung mengenai skema operasional baru yang dapat mendukung pemotongan belanja rutin di semua lembaga pemerintah.
Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah pengaturan kerja-dari-mana-saja bagi PNS di kementerian dan lembaga negara, yang bertujuan mengurangi biaya operasional sambil menjaga produktivitas.
Para pejabat menyatakan upaya efisiensi ini merupakan bagian dari langkah lebih luas untuk menjaga stabilitas fiskal dan ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global, terutama risiko dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang dapat mengganggu pasar energi dan aliran perdagangan.
Berita terkait: Prabowo panggil menteri untuk bahas anggaran dan efisiensi
Berita terkait: Pemerintah ambil pendekatan hati-hati hadapi kenaikan harga minyak global
Penerjemah: Fathur/Aditya, Tegar Nurfitra
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026