Malang, Jawa Timur (ANTARA) – Pemerintah Indonesia telah mencapai target penempatan 100.000 lulusan muda dalam Program Magang Nasional tahun 2025 dan berencana melanjutkan inisiatif ini di tahun depan, ujar Menteri Ketenagakerjaan. Program ini disorot sebagai alat kunci untuk mempermudah transisi dari kampus ke dunia kerja.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan bahwa ketiga gelombang rekrutmen untuk 2025 telah selesai, dengan peserta tersebar di berbagai industri, kementerian, dan lembaga negara.
"Semua tiga gelombang sudah terselesaikan, artinya target 100.000 telah tercapai. Peserta tersebar di berbagai sektor, kementerian, dan instansi pemerintah," kata Yassierli kepada wartawan di Malang, Jawa Timur, pada Senin.
Data yang diterbitkan di situs resmi Kemnaker menunjukkan program ini justru melampaui target, dengan menerima 102.697 peserta melalui tiga gelombang yang dibuka sejak Oktober 2025.
Pelamar merupakan lulusan baru dari perguruan tinggi yang terdaftar di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, yang mencerminkan fokus program pada pemula di pasar tenaga kerja.
Berita terkait: Kemnaker ajak perusahaan ikut magang nasional gelombang 3
Mereka yang terpilih menjalani magang selama enam bulan dan menerima tunjangan bulanan setara dengan upah minimum regional di area penempatannya, memberikan dukungan penghasilan dasar selama masa pelatihan.
Selain tunjangan, peserta juga mendapatkan jaminan sosial, termasuk Asuransi Kecelakaan Kerja dan Manfaat Kematian, yang bertujuan memastikan perlindungan selama penugasan.
Program ini dirancang untuk membekali lulusan universitas dengan pengalaman profesional langsung dan keterampilan praktis yang sering kurang dimiliki oleh pendatang baru di dunia kerja, ujar Yassierli.
Meski magang ini tidak menjamin pekerjaan permanen, menteri mencatat bahwa peserta yang berkinerja baik berpeluang direkrut oleh perusahaan tempat mereka magang setelah masa penempatan berakhir.
Dengan angkatan pertama peserta 2025 yang akan menyelesaikan magangnya pada April 2026, kementerian sedang mempersiapkan untuk melanjutkan program ini ke tahun berikutnya.
"Untuk saat ini, targetnya masih sama, yaitu 100.000 peserta per tahun," kata Yassierli, menandakan niat pemerintah untuk mempertahankan skala inisiatif ini di tahun 2026.
Berita terkait: Indonesia tegaskan komitmen reformasi program magang RI–Jepang
Penerjemah: Ananto Pradana, Raka Adji
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026
https://citrus.iac.sp.gov.br/index.php/CRT/user/getInterests?term=44742019229&o2x=3zr