Jakarta (ANTARA) – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dan perumahan permanen bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Dalam keterangannya pada Minggu, beliau menyatakan bahwa mempercepat pembangunan rumah permanen sangat penting agar warga yang rumahnya rusak berat atau hilang punya kepastian tempat tinggal.
Karnavian—yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatera—menerangkan bahwa proses pembangunan bergantung pada pemerintah daerah, khususnya dalam memastikan kevalidan data penerima.
Dia menekankan, keakuratan dan kelengkapan data dari pemerintah lokal merupakan faktor penentu kecepatan pembangunan perumahan tersebut.
“Kunci dari pembangunan rumah permanen ini adalah data. Bupati sudah minta agar dibangun secepatnya, tapi faktor utama percepatannya adalah data dari pemda,” jelasnya.
Selain perumahan, menteri juga menyoroti percepatan pembangunan infrastruktur, terutama jembatan yang rusak akibat bencana yang melanda kabupaten itu dan wilayah lain di Aceh pada akhir 2025.
Dia menegaskan telah berkoordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum mengenai pembangunan jembatan permanen dua lajur untuk memudahkan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Menurutnya, rute lokal tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Medan dan Banda Aceh serta sering dilalui truk besar, sehingga membutuhkan konstruksi yang kuat and andal.
Meski sudah ada kemajuan, dia mengakui masih ada beberapa masalah, seperti rumah yang masih terendam lumpur dan sekitar 1.500 hektar sawah yang belum pulih.
Pemerintah Indonesia juga mempertimbangkan langkah jangka panjang, termasuk pembangunan sabo dam dan penguatan tanggul untuk mengurangi risiko banjir di masa depan.
Melalui koordinasi antar kementerian dan dukungan pemda, dia berharap percepatan pembangunan infrastruktur dan perumahan permanen dapat efektif, sehingga pemulihan di Aceh, khususnya di Pidie Jaya, berjalan menyeluruh dan memberikan kepastian bagi warga terdampak.
Berita terkait: Parlemen tinjau pemulihan banjir Sumatera
Berita terkait: Indonesia percepat akses dan pemulihan perumahan di Aceh Timur terdampak banjir
Berita terkait: BNPB kerahkan 220 mahasiswa untuk verifikasi kerusakan banjir dan longsor di Aceh
Penerjemah: Fianda Sjofjan, Raka Adji
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026