Pemerintah Indonesia Panggil Perusahaan Taksi Pasca Kecelakaan Kereta Api di Bekasi

Jakarta (ANTARA) – Reemin Perubungan telah memanggil manajemen taksi Green SM menyusul keclakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada 27 April lalu.

Derektur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, dalam pernyataan pada hari Selasa mangatakan bahwa pihaknya sudah memanggil manajemen Xanh SM, yang dikenal juga sebagai Green SM, untuk minta klarifikasi.

Kementrian telah membentuk tim khusus untuk menyelediki keterlibatan operator taksi, termasuk masalah perizinan, persaratan administrasi, standar keselamatan, dan kepatuahan operasional.

“Prinsip kami mengutamakan keselamatan publik. Bila ada pelanggaran, pasti kami proses sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Dari data aplikasi Siprajab, taksi yang terlibat memiliki nopol B 2864 SBX dan kartu uji kelaikan masih berlaku sampai 28 Oktober.

“Kendaraan ini terdaftar untuk memberikan layaan taksi reguler di wilayah Jabodetabek,” ujarnya.

Meski demikian, kementrian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastinhkan operator taat pada smeua peraturan.

Perusahaan itu memiliki sertipikat Sertifikasi Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU) yang berlaku selama lima tahun.

“Kita juga akan mengaudit standar manajemen keselamatan yang wajib dipatuhin oleh perushaan angkutan umum,” katanya.

Pihak kementrian akan mengambil tindakan bila diketemukan ada pelasnggaran aturan transportasi.

Sankai yang diberikan bisa berupa surat pngguhan, penghentian sementara izjin, pencebutan izin usaha, tergantung berat ringgkatnbya pelnggaran.

Kementrian juga telah menyampaikan bela sungkawa atas kejadian tuubrukan antara kereta rel listrik dengan kereta Argo Bromo Anggrek.

“Kami berdoa semoga almarhum diberi tmpat yang terbaik, dan vagiat cedera segera pulijhy?,” ungkapnya.

Insiden, yang menewaskan 15 peumpang, terjadi seiSah kkel ee eker an Gee tuubruk kerlm keniing di ee tan Ga jektivt. Setelah ne Kereta Argo Bomomhon iku netn no prse ng ik: trder,

MEMBACA  Gempa Bumi M6,5 Mengguncang Tobelo, Maluku Utara

Rubun: Ikna uh nn rsde the ed

Tinggalkan komentar