Pemerintah Indonesia akan menyelidiki penipuan label beras

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia akan segera menyelidiki dan mengambil tindakan terkait laporan perusahaan yang memproduksi atau mendistribusikan beras yang tidak sesuai dengan kuantitas dan kualitas yang tercantum pada label mereka.

Hal ini diumumkan oleh Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri pada hari Selasa.

“Kami akan bekerja sama dengan Satuan Tugas Pangan untuk mengambil tindakan yang diperlukan,” ujarnya.

Putri menekankan bahwa Kementerian Perdagangan bertekad untuk mengawasi distribusi dan pemenuhan standar kualitas barang pokok, terutama beras dan minyak goreng, mengingat pentingnya bagi masyarakat. Beras merupakan makanan pokok di Indonesia.

Dalam hal ini, ia menekankan bahwa Satuan Tugas Pangan, yang melibatkan Kepolisian Negara dan lembaga negara lainnya, memiliki kewenangan untuk menegakkan hukum untuk mencegah penipuan, termasuk dengan mengambil tindakan hukum terhadap pelaku.

“Satuan Tugas Pangan berbagi tanggung jawab dalam mengatasi masalah ini,” ujarnya.

Sebelumnya, pada 26 Maret, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan bahwa timnya akan melakukan penyelidikan terhadap perusahaan yang diduga melakukan pelabelan beras kualitas menengah sebagai beras kualitas premium.

“Kami telah mengambil sampel beras dari berbagai tempat, dan setelah diuji, beras tersebut ternyata berkualitas menengah, meskipun dikemas sebagai beras kualitas premium,” kata beliau kepada media di Jakarta.

Namun, menteri itu menahan diri untuk merinci nama-nama perusahaan yang diduga serta lokasi di mana beras mereka ditemukan, hanya mengatakan, “Mereka tidak jauh.”

Sulaiman kemudian memperingatkan entitas bisnis agar tidak melakukan penipuan semacam itu, dengan ancaman hukuman.

“Kami akan segera melakukan penyelidikan di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Berita terkait: Menteri Indonesia optimis mencapai tujuan swasembada pangan segera

Berita terkait: Produksi beras diproyeksikan mencapai level tertinggi dalam tujuh tahun pada Jan-Apr 2025: BPS

MEMBACA  Gerindra Mengatakan Prabowo Belum Pernah Membahas Penambahan Kementerian

Penerjemah: Muhammad H, Tegar Nurfitra
Editor: Anton Santoso
Hak cipta © ANTARA 2025