Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot, meminta PT PLN untuk menyeimbangkan pasokan listrik di setiap daerah, supaya pemadaman listrik di Sumatera nggak terjadi lagi.
“Harus ada pembangkit listrik di setiap wilayah. Jangan sampai terlalu banyak daerah yang andalkan listrik dari tempat yang jauh, kayak dari selatan ke utara Sumatera,” katanya kepada wartawan di kawasan parlemen, Jakarta, Senin.
Yuliot bilang, ketergantungan pada sumber listrik jarak jauh itu yang bikin pemulihan jaringan listrik di Sumatera lama. Dia juga minta PLN lakukan studi teknis untuk perbaiki sistem.
“Sistemnya juga harus ditingkatkan, termasuk pasang sistem grounding di daerah rawan,” tambahnya.
_Grounding_ adalah sistem keamanan instalasi listrik yang nyambungin komponen logam peralatan elektronik ke tanah. Fungsinya untuk mengalirkan arus bocor atau tegangan berlebih langsung ke tanah, biar aman dari sengatan listrik, korsleting, sampai kebakaran.
“Jadi, di langkah selanjutnya, kita akan evaluasi semua perbaikan yang sudah dilakukan,” ujar Yuliot.
Sebelumnya, Direktur Transmisi PLN, Edwin Nugraha Putra, di Bareskrim Polri jelasin bahwa fenomena ayunan daya (_power swing_) terjadi di jaringan listrik Sumatera karena hujan deras, petir, dan angin kencang.
Kondisi ini ganggu transmisi 275 kV Aur Duri Baru di Muaro Jambi, Jambi, dan bikin sistem listrik Sumatera jadi nggak stabil.
Fenomena ayunan daya itu langsung diikuti pemutusan listrik otomatis sebagai pengaman, dan akhirnya bikin pemadaman di Sumatera.
“Lampung dan sebagian Palembang nggak padam. Tapi pelanggan kami di Jambi, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh kena mati listrik,” jelas Putra.
PLN langsung periksa fisik sebelum normalin sistem transmisi. Per Minggu jam 6 pagi, 176 gardu yang terimbas udah pulih, jadi pasokan listrik ke pelanggan berangsur normal.