Pemerintah Batasi 1.000 Pengunjung Per Hari Atasi Dampak Overtourism di Habitat Komodo

Jakarta (ANTARA) – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan kuota pengunjung di Taman Nasional Komodo diterapkan untuk mencegah overtourism, yang dapat merusak lingkungan.

“Keputusan kami membatasi kuota wisatawan berdasarkan penelitian yang menunjukkan bahwa overtourism jangka panjang akan menyebabkan degradasi habitat dan akhirnya hilangnya daya tarik wisata lokasi tersebut,” ujarnya dalam pernyataan yang diterima di Jakarta pada Rabu.

Berbicara dalam rapat dengan DPR, ia menjelaskan bahwa pembatasan ini adalah langkah strategis untuk melindungi taman sebagai suaka penting bagi satwa liar—khususnya komodo (Varanus komodoensis) yang endemik Indonesia—serta masyarakat lokal.

Sistem kuota akan fokus pada tiga destinasi utama: Pulau Padar, Pulau Rinca, dan Pulau Komodo, termasuk 23 situs penyelaman di sekitarnya.

Mulai 1 April 2026, kuota pengunjung telah ditetapkan sebanyak 1.000 orang per hari, atau sekitar 365.000 orang per tahun.

Antoni menekankan bahwa kebijakan ini diambil dengan pertimbangan yang matang dan panjang sejak Mei 2025 melalui diskusi dengan pemangku kepentingan dan pelaku usaha di Labuan Bajo.

Menteri menambahkan, kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung ekowisata yang menjaga sumber daya alam sekaligus berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Dalam rapat kerja pada Rabu (15 April), Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menyebutkan ada rencana konservasi ex-situ komodo.

“Ke depannya, kami berencana mengembangkan program penangkaran komodo di luar Taman Nasional. Ini bisa menjadi alternatif destinasi wisata bagi masyarakat tanpa mengganggu habitat aslinya,” ucapnya.

Taman Nasional Komodo mencatat 429.509 pengunjung pada tahun 2025, dengan turis internasional rata-rata menyumbang 68 persen dari total.

Angka-angka ini telah melebihi daya dukung taman untuk area darat dan air, yang dibatasi pada 366.108 pengunjung per tahun. Ini juga melampaui batas yang ditetapkan dalam studi tahun 2022, yang menetapkan kapasitas maksimal pada 378.870 pengunjung per tahun.

MEMBACA  Tingkat rekening pasar uang hari ini, 22 Februari 2025 (rekening terbaik memberikan 4,75% APY)

Berita terkait: RI, Jepang pererat kerjasama kehutanan, konservasi, dan aksi iklim

Berita terkait: Indonesia tingkatkan perlindungan Komodo dengan rencana aksi konservasi

Berita terkait: Indonesia tutup rute Komodo dan Padar setelah insiden kapal pesiar

Penerjemah: Prisca Triferna, Raka Adji
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar